- Pramita Sari menyatakan 65 persen pasar otomotif Indonesia masih bergantung pada mobil bensin pada GIIAS Makassar 2026.
- Pangsa pasar kendaraan listrik nasional melonjak dari di bawah 1 persen kini telah melampaui 26 persen.
- BYD memperluas jaringan layanan dan memperkenalkan M6 EV di Makassar untuk menjangkau konsumen Sulawesi.
SuaraSulsel.id - Peralihan menuju kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
Di tengah tren mobilitas ramah lingkungan yang terus berkembang, sekitar 65 persen pasar kendaraan masih bergantung pada mobil berbahan bakar bensin.
Kondisi ini menjadi peluang sekaligus pekerjaan rumah bagi produsen kendaraan listrik untuk meyakinkan masyarakat agar beralih ke teknologi baru.
Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari menyebut ruang pertumbuhan kendaraan listrik di Tanah Air masih terbuka lebar.
Meski minat konsumen meningkat, pasar kendaraan konvensional masih menjadi bagian besar dari industri otomotif nasional.
"Sebanyak 65 persen pasar masih bergantung pada kendaraan dengan bahan bakar bensin," kata Pramita di Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Makassar.
Besarnya pasar kendaraan berbahan bakar bensin menunjukkan bahwa pekerjaan produsen mobil listrik bukan sekadar menghadirkan produk baru.
Mereka juga perlu memperluas jangkauan layanan dan membangun kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik.
Pramita mengatakan perkembangan pasar kendaraan listrik Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan periode sebelum BYD memasuki pasar nasional.
Baca Juga: Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
Pangsa pasar kendaraan listrik yang sebelumnya masih di bawah 1 persen kini telah melampaui 26 persen.
"Sebelum BYD hadir di Indonesia, pangsa pasar EV nasional masih di bawah 1 persen. Dan hari ini berkat kepercayaan masyarakat, pangsa pasar EV telah melebihi 26 persen," ujarnya.
Di tengah perkembangan tersebut, BYD mengklaim telah menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.
Perusahaan juga mencatat penjualan kendaraan BYD Group mencapai 46.700 unit sepanjang Januari hingga September 2026.
Angka tersebut menjadi modal bagi BYD untuk memperluas penetrasi pasar. Namun, dengan masih besarnya ketergantungan konsumen pada kendaraan berbahan bakar bensin, produsen kendaraan listrik masih memiliki pekerjaan panjang untuk mendorong adopsi yang lebih luas.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperluas pilihan teknologi kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso