Muhammad Yunus
Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:43 WIB
Ilustrasi mobil listrik (Magnific)
Baca 10 detik
  • PLN UID Sulselrabar mencatat jumlah kendaraan listrik meningkat 53,7 persen menjadi 3.441 unit hingga Oktober 2026.
  • PLN mengoperasikan 84 unit SPKLU di 61 lokasi berbeda untuk mendukung transisi energi bersih di wilayah tersebut.
  • Pengembangan infrastruktur pengisian daya ini bertujuan memperkuat ekosistem kendaraan listrik menjelang Hari Listrik Nasional ke-81.

SuaraSulsel.id - PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencatat jumlah kendaraan listrik meningkat sebesar 53,7 persen per Oktober 2026 dibandingkan April 2026.

Pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di wilayah Sulselrabar itu mencapai 3.441 unit pada periode yang sama.

Peningkatan ekosistem kendaraan listrik juga disertai pengembangan infrastruktur oleh PLN yang mengoperasikan 84 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tersebar di 61 lokasi Sulselrabar untuk mendukung pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.

"Kami ingin memastikan siapa pun yang beralih ke kendaraan listrik, tidak lagi ragu soal tempat mengisi daya. SPKLU kami tersebar di 61 lokasi, mudah dijangkau, dan nyaman digunakan," ujar General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono di Makassar, Senin (19/10).

Ia menyebut, PLN akan terus memperluas dan meningkatkan layanan SPKLU seiring dengan bertambahnya jumlah pengguna kendaraan listrik di wilayah Sulselrabar.

Menurut Didik, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi salah satu upaya mendukung transisi energi bersih karena kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung saat beroperasi.

"Setiap kendaraan listrik yang beroperasi turut membantu mengurangi emisi dan menjaga lingkungan kita. Karena itu, PLN akan terus mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari transisi energi bersih di Sulselrabar," katanya.

Dari total 84 unit SPKLU, sebanyak 65 unit berada di 46 lokasi di Sulawesi Selatan, 12 unit di sembilan lokasi di Sulawesi Tenggara, dan tujuh unit di enam lokasi di Sulawesi Barat.

Fasilitas tersebut tersedia di berbagai lokasi, mulai dari ibu kota provinsi, kota kabupaten, jalur lintas provinsi, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, kampus, hingga bandara.

Baca Juga: Maling Kabel Tembaga Berkedok Petugas PLN di Sigi Akhirnya Tertangkap

Selain melayani kendaraan listrik roda empat, PLN juga menyediakan 16 unit SPKLU khusus kendaraan listrik roda dua yang tersebar di 11 kabupaten/kota di tiga provinsi, dengan kapasitas daya masing-masing 22 kilowatt (kW).

Dia mengatakan pengembangan infrastruktur pengisian daya tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di kawasan timur Indonesia, sekaligus menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 pada 27 Oktober 2026.

Guna memenuhi kebutuhan pengisian daya dengan waktu dan kapasitas berbeda, PLN menyediakan empat kategori SPKLU, yakni 25 unit ultra fast charging berdaya 60-200 kW, 12 unit fast charging berdaya 25-50 kW, 39 unit medium charging berdaya 22 kW, serta delapan unit standard charging berdaya 7 kW.

PLN juga menghadirkan fasilitas pendukung berupa lounge di sejumlah lokasi SPKLU agar pelanggan dapat beristirahat, bekerja, atau bersantai selama proses pengisian daya berlangsung.

Kemudahan layanan turut didukung melalui fitur EV Digital Services pada aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mencari lokasi SPKLU terdekat, memulai pengisian daya, hingga menyelesaikan transaksi melalui telepon seluler.

Didik mengatakan kesiapan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.

Load More