- Pemprov Sulteng menjadwalkan program penebaran kembali benih ikan sidat di Danau Poso pada tahun 2027.
- Langkah tersebut diambil karena hasil tangkapan sidat merosot drastis menjadi enam hingga dua belas ton per tahun.
- Pemerintah daerah juga berupaya mengendalikan penebaran benih ikan nila untuk mencegah persaingan makanan dengan sidat.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menyiapkan program penebaran kembali (restocking) benih ikan sidat di Danau Poso, Kabupaten Poso, pada 2027.
Langkah ini dilakukan untuk memulihkan populasi ikan endemik yang hasil tangkapannya terus merosot.
Data Dinas Perikanan setempat menunjukkan, hasil tangkapan sidat di Danau Poso kini hanya berkisar 6–12 ton per tahun.
Angka tersebut jauh di bawah produksi pada periode 2024–2025 yang mencapai 22–54 ton per tahun.
Penurunan ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena sidat tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat.
Kepala Bidang Budi Daya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah, Mohammad Syafar, mengatakan harga sidat di pasar lokal mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
"Selain merupakan ikan endemik Danau Poso, sidat juga memiliki nilai ekonomis sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga di Poso," kata Syafar di Palu, Kamis 29 Oktober 2026.
Ikan Nila Jadi Perhatian
Selain menyiapkan pemulihan populasi sidat, Pemprov Sulteng berupaya mengendalikan penebaran benih ikan nila di Danau Poso.
Baca Juga: Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
Keberadaan nila dinilai berpotensi mengganggu perkembangan sidat karena keduanya dapat bersaing mendapatkan makanan.
Syafar menjelaskan, ikan nila memiliki kemampuan adaptasi tinggi, bersifat omnivora, berkembang biak dengan cepat, dan mampu menguasai wilayah perairan.
Jika tidak dikendalikan, keberadaan ikan tersebut dikhawatirkan semakin menekan populasi ikan endemik di habitat aslinya.
"Kami meminta masyarakat sekitar Danau Poso ikut membantu pemerintah mengendalikan penaburan benih nila," ujarnya.
Restocking Sidat Dijadwalkan 2027
DKP Sulawesi Tengah merencanakan penebaran benih sidat dalam skala besar pada 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kembali populasinya di Danau Poso.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso