- Kemenkes RI menemukan 13.297 kasus dugaan kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis pada tahun 2026.
- Dirjen P2P Kemenkes Andi Saguni menyatakan Sulawesi Selatan menjadi salah satu provinsi dengan tambahan kasus baru terbanyak.
- Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan skrining massal bertujuan untuk pencegahan dan penanganan dini pasien kusta.
"Dengan kekompakan, koordinasi, dan tentunya dimotori oleh Pak Gubernur di Provinsi Sulawesi Selatan dan Ibu Kadinkes, kita berharap bahwa penurunan, eliminasi, bahkan tidak ada, itu akan menjadi target sehingga Sulawesi Selatan bebas kusta," ucap Andi.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan, terutama bagi mereka yang berada di sekitar pasien atau memiliki risiko terpapar.
Menurutnya, edukasi perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya skrining.
Semakin banyak warga yang diperiksa, semakin besar pula peluang pemerintah menemukan kasus lebih awal dan menentukan intervensi yang tepat.
"Kalau kita tidak laksanakan skrining, tentu kita tidak bisa punya data akurat. Kadang orang berpikir semakin banyak kita skrining, semakin banyak yang ditemukan atau semakin banyak yang menderita kusta. Padahal semakin banyak kita skrining, semakin banyak kita cegah," ujar Sudirman.
Ia menegaskan skrining bukan semata-mata untuk menemukan kasus, melainkan juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan dini.
Jika penyakit diketahui lebih awal, pasien dapat segera memperoleh pengobatan sebelum kondisinya semakin kompleks.
Pemprov Sulsel lanjutnya akan memprioritaskan skrining di sejumlah daerah dengan jumlah penduduk besar dan menjadi perhatian, di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Bone, Gowa, serta wilayah Luwu.
Melalui skrining dan edukasi yang lebih luas, Sudirman berharap masyarakat semakin terbuka untuk memeriksakan diri.
Baca Juga: Disnakertrans Sulsel Gandeng Perusahaan Edukasi K3 Anak SD
Dengan begitu, kasus kusta dapat ditemukan lebih cepat, penularan ditekan, dan target Sulawesi Selatan bebas kusta bisa dicapai.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Saluran Air Banyak Tersumbat? Pemkot Makassar Jajal Senjata Baru dari Jepang
-
Salah Sasaran! Anggota TNI AU di Makassar Kena Anak Panah di Perut
-
Sulawesi Selatan Jadi Sorotan: Kasus Kusta Tinggi, 10.000 Orang Diberi Obat
-
Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan
-
36 Adegan Diperagakan, Rekonstruksi Kasus Bos Bakar Sopir Truk di Karangasem Diwarnai Isak Tangis