Muhammad Yunus
Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB
ilustrasi media sosial (Unsplash/@mariiaberezovsky)
Baca 10 detik
  • Organisasi kepemudaan Kabupaten Bone melaporkan akun Instagram @lambeturah_bone_ ke polisi karena unggahan dugaan hubungan pribadi pejabat memicu konflik sosial.
  • Praktisi komunikasi menyatakan bahwa unggahan media sosial merupakan konstruksi realitas yang mewajibkan masyarakat melakukan verifikasi secara ketat.
  • Peneliti komunikasi menilai akun lokal sering menggunakan pola gosip untuk membangun interaksi, sehingga warganet perlu memahami batas kebebasan berekspresi.

Ia menekankan pentingnya verifikasi, terlebih jika informasi tersebut bukan berasal dari media arus utama yang memiliki mekanisme pemeriksaan fakta dan tanggung jawab jurnalistik.

"Apalagi ini postingan bukan dari media arus utama, jadi wajib verifikasi," ujarnya.

Faqih menjelaskan setiap orang dapat memiliki interpretasi berbeda terhadap pesan yang sama. Pengalaman, pengetahuan, serta sudut pandang masing-masing memengaruhi cara seseorang memahami sebuah unggahan.

Ketika informasi disampaikan secara samar, misalnya melalui petunjuk atau narasi yang tidak menjelaskan identitas secara terang, ruang interpretasi audiens semakin terbuka.

Pembaca bisa menghubungkan informasi tersebut dengan sosok tertentu, meskipun unggahan itu sendiri belum memberikan bukti yang cukup untuk memastikan dugaan tersebut.

Dalam situasi seperti ini, informasi yang belum terverifikasi berisiko dianggap sebagai fakta setelah berulang kali dibagikan dan dibicarakan.

Opini yang terbentuk pun dapat berkembang lebih cepat daripada proses pemeriksaan kebenaran informasi.

Peneliti komunikasi publik Zulkarnain Hamson juga menilai polemik tersebut perlu dilihat dari cara informasi bekerja di ruang digital.

Ia menyoroti fenomena akun-akun lokal yang menggunakan pola gossip-driven engagement, yakni membangun interaksi melalui gosip, petunjuk misterius, atau informasi yang disampaikan secara bertahap melalui budaya 'spill'.

Baca Juga: Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda

Pola semacam ini dapat memancing rasa penasaran warganet. Penggunaan inisial, informasi yang tidak lengkap, serta narasi yang menggantung membuat audiens terdorong menebak-nebak siapa sosok yang dimaksud.

Ketika isu yang diangkat berkaitan dengan pejabat publik, dampaknya dapat meluas ke ranah sosial dan politik.

Perdebatan tidak lagi hanya membahas isi unggahan, tetapi juga berkembang menjadi pembelaan terhadap pihak tertentu, saling tuding, hingga tuntutan agar persoalan dibawa ke ranah hukum.

Zulkarnain mengingatkan kecepatan penyebaran informasi di media sosial tidak selalu berbanding lurus dengan akurasi. Sebuah narasi dapat telanjur membentuk persepsi publik sebelum bukti yang mendasarinya diperiksa.

Dalam menganalisis laporan terhadap akun tersebut, ia juga mengingatkan perlunya melihat isi unggahan secara objektif dan proporsional.

Menurut dia, unggahan yang dipersoalkan tidak secara eksplisit menyebut nama subjek maupun lokasi kejadian yang dituduhkan. Kondisi itu, dalam pandangannya, membuat penafsiran terhadap unggahan tersebut sangat bergantung pada persepsi pembaca.

Load More