Muhammad Yunus
Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:50 WIB
Jalan Burung-Burung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang dulunya rusak parah dan berlubang, kini lebih indah dan lebar. Rabu 21 Oktober 2026 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merampungkan perbaikan Jalan Burung-Burung - Bili-Bili di Kabupaten Gowa pada 21 Oktober 2026.
  • Proyek rekonstruksi sepanjang 6,9 kilometer tersebut menggunakan konstruksi beton dan menyediakan fasilitas bagi pesepeda serta pejalan kaki.
  • Peningkatan infrastruktur jalan ini bertujuan memperkuat konektivitas wilayah serta menunjang akses menuju kawasan wisata Malino.

SuaraSulsel.id - Jalan Burung-Burung - Bili-Bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan kini tampil dengan wajah baru.

Ruas jalan yang sebelumnya kerap dikeluhkan warga karena rusak parah dan berlubang itu telah diperbaiki, diperlebar, hingga dipercantik dengan fasilitas bagi pesepeda dan pejalan kaki.

Tak sekadar mengubah permukaan jalan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menggunakan konstruksi beton untuk sebagian ruas yang direkonstruksi.

Pembenahan ini diharapkan membuat perjalanan masyarakat lebih nyaman sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata dataran tinggi, termasuk Malino.

Pengerjaan ruas tersebut rampung pada Rabu, 21 Oktober 2026 melalui program Multi Years Project (MYP) Paket I Pemprov Sulsel.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan peningkatan jalan ini tidak hanya berorientasi pada kendaraan bermotor.

Pemerintah juga ingin memberikan ruang yang lebih layak bagi masyarakat yang berjalan kaki maupun bersepeda.

Kata Sudirman, jalan merupakan fasilitas publik yang harus dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok pengguna, bukan hanya pengendara kendaraan bermotor.

"Ini dimaksudkan untuk program jalan sehat Anti Malas Gerak dengan memberikan fasilitas untuk sepeda. Pejalan kaki juga memiliki hak di jalan. Sehingga pelebarannya ini bukan cuma jalan main road-nya, tetapi ada juga bahu jalan yang kita cukupkan untuk pejalan kaki," ujar Sudirman.

Baca Juga: Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Ia berharap penataan tersebut dapat menciptakan ruang jalan yang lebih tertib dengan pembagian fasilitas sesuai kebutuhan pengguna.

Pejalan kaki, pesepeda, hingga pengendara kendaraan bermotor diharapkan dapat melintas dengan lebih nyaman.

"Sehingga nanti ada jalur-jalur masing-masing antara yang menggunakan tenaga diesel atau tenaga bensin atau tenaga listrik," ungkapnya.

Selain memperhatikan kenyamanan pengguna, perbaikan Jalan Burung-Burung - Bili-Bili juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas kawasan strategis.

Ruas ini memiliki peran penting karena dilintasi masyarakat dari wilayah Gowa menuju Makassar maupun sebaliknya.

Sudirman menyebut jalur tersebut memiliki lalu lintas harian rata-rata yang tinggi. Lokasinya juga menjadi akses bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan dataran tinggi dan destinasi wisata di Sulsel.

Karena itu, peningkatan kualitas jalan dinilai penting untuk menunjang mobilitas warga sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata.

Jalan Beton Setebal 40 Sentimeter

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan menjelaskan Jalan Burung-Burung - Bili-Bili merupakan salah satu ruas yang masuk dalam MYP Paket I dengan total anggaran Rp430 miliar untuk penanganan 13 ruas jalan.

Dari total anggaran tersebut, Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp142 miliar untuk penanganan ruas-ruas jalan di Kabupaten Gowa.

Khusus Jalan Burung-Burung - Bili-Bili, pekerjaan mencakup panjang 6,9 kilometer.

Penanganannya dibagi menjadi dua bagian, yakni pemeliharaan sepanjang 3,5 kilometer dan rekonstruksi jalan sepanjang 3,4 kilometer.

Pada bagian yang direkonstruksi, pemerintah menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement dengan ketebalan total 40 sentimeter.

Lapisan tersebut terdiri atas lean concrete (LC) setebal 10 sentimeter dan beton utama setebal 30 sentimeter.

"Alhamdulillah, dengan selesainya ini, kemantapan dulu waktu belum diadakan pengerjaan masih 55 persen. Setelah selesai kita laksanakan pengerjaan di ruas Burung-Burung - Bili-Bili, alhamdulillah kemantapannya bisa dikatakan sudah 100 persen," kata Ihsan.

Meski kondisi jalan utama telah membaik, pekerjaan infrastruktur di jalur tersebut belum sepenuhnya selesai.

Ihsan menyebut jembatan di ruas itu masih membutuhkan pembenahan yang direncanakan masuk dalam program tahun 2027.

Ia menjelaskan pembangunan jalan dan jembatan memiliki tahapan serta penanganan yang berbeda. Karena itu, perbaikan jembatan akan diusulkan dalam pekerjaan lanjutan.

Sungguminasa - Malino Jadi Target Berikutnya

Peningkatan Jalan Burung-Burung - Bili-Bili juga menjadi bagian dari penanganan sejumlah ruas strategis di Kabupaten Gowa. Setelah pekerjaan tersebut, Pemprov Sulsel menargetkan penanganan ruas Sungguminasa - Malino, yang menjadi akses penting menuju kawasan wisata Malino.

Ihsan mengatakan secara keseluruhan progres pengerjaan MYP Paket I berada di angka 42 persen, sedikit di bawah target sekitar 43–44 persen.

Meski belum seluruh paket rampung, ia menilai manfaat pengerjaan jalan sudah mulai dirasakan, terutama pada ruas-ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.

"Alhamdulillah masih sejalan dengan penanganan yang begitu parah saya lihat ini. Kemantapannya juga meningkat. Walaupun output baru 30-40 persen, manfaatnya sangat luar biasa," kata Ihsan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More