- Dubes Rusia Sergei Tolchenov mengunjungi tambang PT CPM di Kota Palu pada 20 Oktober 2026 untuk memperkenalkan teknologi pertambangan.
- Pihak PT CPM memaparkan rencana tambang bawah tanah serta proses pengolahan hasil tambang kepada delegasi Rusia tersebut.
- Agenda kunjungan kerja Dubes Rusia di Sulawesi Tengah juga mencakup pertemuan dengan Kadin, universitas, dan pemerintah provinsi.
SuaraSulsel.id - Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov mengunjungi kawasan pertambangan emas PT Citra Palu Mineral (CPM) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, salah satu anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
“Kami menerima kunjungan dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov,” kata GM External Affairs PT CPM Amran Amier dihubungi di Palu, Selasa (20/10).
Dia menjelaskan dalam kunjungan itu, Dubes Rusia memperkenalkan peralatan maupun alat tambang buatan dalam negeri Rusia, termasuk sistem keamanan dan keselamatan di sektor pertambangan.
Sementara, pihak CPM memaparkan terkait konsep penambangan bawah tanah, kelanjutan eksplorasi, pabrik pengolahan hingga produk akhir pertambangan dan pengelolaan limbah.
Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada 20–22 Oktober 2026.
Beberapa agenda yang telah dijadwalkan yakni mengunjungi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tengah, Kampus Universitas Abdul Aziz Lamadjido, hingga melakukan pertemuan bersama Pemprov Sulteng dan Organisai Perangkat Daerah di Kantor Gubernur Sulteng.
PT CPM merupakan anak usaha PT BRMS dengan kepemilikan saham 96,97 persen dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 3,03 persen.
Perusahaan memiliki konsesi Kontrak Karya (KK) yang memulai tahap operasi produksi sejak 14 November 2017, berlaku hingga 31 Desember 2050.
Luas areal konsesi sebesar 85.180 hektare di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, terbagi dalam lima blok.
Baca Juga: Udara Kota Palu Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Penyebab Utamanya
Perusahaan telah melakukan operasi tambang terbuka 'river reef' dan rencana tambang bawah tanah (underground) yang ditargetkan mulai semester II 2027.
Lokasi utama pertambangan aktif berada di Blok I Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan cadangan sekitar 34,1 juta ton bijih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
Dubes Rusia Sambangi Tambang Emas Palu, Ada Apa?
-
Makassar Cuma Berawan, Deretan Kota Ini Diprediksi Hujan Lebat Disertai Petir
-
Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: 69 Persen Masyarakat Sulit Dapat Kerja
-
Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Pemkot Baubau Resmi Pulangkan Siswa
-
Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini