Muhammad Yunus
Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:51 WIB
Ilustrasi: Antrean para pencari kerja di Depok [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Prof Imam Mujahidin Fahmi melaporkan hasil survei Unhas mengenai kepemimpinan Prabowo-Gibran pada 21 Oktober 2026.
  • Sebanyak 44 persen responden di kawasan timur Indonesia menyatakan ketidakpuasan akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan.
  • Masyarakat kawasan timur Indonesia menuntut pengelolaan sektor pertambangan yang berfokus pada kesejahteraan dan pemulihan ekologis.

SuaraSulsel.id - Kepala Pusat Litbang LPPM Unhas Prof Imam Mujahidin Fahmi melaporkan hasil survei Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi dan Pembangunan LPPM Unhas terkait dua tahun kepemimpinan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming.

Salah satu temuan menarik survei adalah sekitar 44 persen masyarakat di kawasan timur Indonesia tidak puas dengan kinerja Prabowo-Gibran. Sebanyak 69 persen mengaku sulit mendapatkan pekerjaan.

Hasil survei juga menunjukkan 95 persen masyarakat Kawasan Timur Indonesia (KTI) mendorong pengelolaan sumber daya alam khususnya sektor pertambangan untuk kesejahteraan rakyat.

Ini menunjukkan adanya dukungan normatif yang kuat pada pengelolaan SDA sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 45.

"Ini saya kira poin yang sangat mendasar bahwa ada kesadaran masyarakat Indonesia Timur di dalam kebijakan pengelolaan tambang khususnya, kalau ini di dalam wilayah jauh lagi, itu sebaiknya dikembalikan pada kepentingan masyarakat," ujarnya pada diskusi hasil survei Pusat Litbang LPPM Unhas, Rabu 21 Oktober 2026.

"Jadi pengelolaan itu diserahkan kepada tujuan kemakmuran masyarakat," tegasnya lagi.

Menurut Prof Imam, masyarakat KTI mengharapkan ada audit yang komprehensif untuk pelaku atau pemilik tambang yang saat ini mengelola SDA. Masyarakat bahkan mengharapkan ada ganti rugi akibat dari kerusakan ekologis yang ditimbulkan selama eksplorasi tambang.

Jadi konsepnya, kata dia, bukan hanya soal konsep lingkungan semata-mata, tapi konsep ekologis yang memiliki relasi antara masyarakat dengan kekuasaan, masyarakat dengan sektor privat, masyarakat dengan kepentingan publik yang lainnya.

"Nah, ini menarik menurut saya, ada kesadaran baru yang muncul, terutama responden yang paling banyak mengeluarkan pernyataan seperti ini," ujarnya.

Baca Juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, BRI Dorong Pemerataan Ekonomi melalui Pemberdayaan UMKM

Adapun survei Litbang Unhas melibatkan 900 responden yang berasal dari KTI yang meliputi Kalimantan secara keseluruhan, Sulawesi, NTB, NTT, Bali, Maluku dan Papua.

Seluruh data dikumpulkan melalui wawancara telepon menggunakan kuesioner terstruktur, dilakukan mulai pada tanggal 23 September sampai 9 Oktober 2026.

"Adapun tingkat kepercayaan seperti biasa, 95 persen dan error-nya kira-kira 3,4 sampai 3,7," sebutnya.

Load More