- Satreskrim Polresta Kendari menangkap dua pelaku berinisial LN dan N karena menimbun BBM bersubsidi.
- Pelaku mengangkut ratusan liter pertalite menggunakan mobil dari SPBU untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
- Kedua pelaku beserta seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolresta Kendari untuk proses hukum.
SuaraSulsel.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari membekuk dua orang pelaku penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan mengamankan sebanyak 600 liter pertalite di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala Satreskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau saat ditemui di Kendari, mengatakan bahwa dua pelaku tersebut masing-masing berinisial LN dan N.
Dia menyebutkan bahwa LN menyerahkan diri di kantor polisi, pada Kamis (15/10), setelah dilakukan penyitaan satu unit mobil bernomor polisi DT 1787 WE di SPBU Saranani, Kendari.
"Awalnya personel Satpol PP Kota Kendari mengamankan mobil itu yang mengangkut BBM jenis pertalite. Saat diamankan, pengemudi kendaraan sempat melarikan diri, tak berselang lama pelaku kemudian menyerahkan diri," kata Welliwanto, Senin (19/10).
Dia menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan, di mobil tersebut ditemukan sebanyak delapan buah jeriken yang masing-masing berisi 35 liter BBM jenis pertalite.
"Pelaku diduga membeli pertalite dari SPBU di wilayah Kendari menggunakan mobil dan menyimpannya di rumah, lalu menjualnya kembali seharga Rp12 ribu per liter," ujarnya.
Selain itu, untuk pelaku N dibekuk berdasarkan laporan dari masyarakat yang mencurigai sebuah mobil jenis Sigra melakukan pengisian BBM jenis pertalite secara berulang.
Saat diselidiki, ditemukan mobil tersebut bernomor polisi DT 1130 ZF sedang melakukan pembongkaran BBM di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Puuwatu, Kendari.
"Saat diamankan, ditemukan barang bukti berupa 10 buah jeriken berkapasitas 35 liter, dengan masing-masing jeriken berisi 32 liter," jelasnya.
Baca Juga: Pertamina Pecat Operator SPBU yang Salah Gunakan QR Warga di Kendari
Dari hasil interogasi, N melakukan pembelian BBM jenis pertalite menggunakan mobil secara berulang dengan menggunakan dua buah barcode Pertamina, yang kemudian BBM tersebut dijualnya kembali di wilayah Kabupaten Konawe Utara dengan harga Rp13.125 per liter.
Welliwanto mengungkapkan bahwa saat ini kedua pelaku tersebut telah diamankan di Mapolresta Kendari untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH