Muhammad Yunus
Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:03 WIB
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya bertemu Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 2 Oktober 2026 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan menguji coba sistem rujukan JKN berbasis kompetensi medis di Kota Makassar pada Oktober 2026.
  • Kota Makassar dipilih sebagai lokasi uji coba karena dinilai memiliki fasilitas layanan kesehatan terlengkap dan paling siap.
  • Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan uji coba program pemerintah tersebut.

Makassar dinilai memiliki ekosistem layanan kesehatan yang cukup lengkap. Di kota ini tersedia fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit milik pemerintah pusat, rumah sakit milik Pemprov Sulsel, rumah sakit milik pemerintah kota, hingga fasilitas kesehatan di tingkat bawah.

Selain kelengkapan fasilitas, kesiapan sarana pendukung teknologi juga menjadi pertimbangan.

"Kita pilih Kota Makassar karena ini yang paling siap. Jadi di tempat lain kita tidak lihat yang kelengkapannya sama seperti Kota Makassar," ujarnya.

"Kota Makassar ini kan ada mulai dari rumah sakitnya milik Kementerian Kesehatan, rumah sakitnya milik pemda provinsi, rumah sakitnya milik kota sampai dengan ke bawah itu semuanya cukup lengkap. Dan intinya mempunyai sarana-sarana yang cukup baik, internet juga cukup baik sehingga layak untuk jadi tempat uji coba," sambung Azhar.

Sistem baru ini diharapkan dapat membuat pasien memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medisnya sejak awal tanpa harus melewati fasilitas kesehatan yang kompetensinya tidak sesuai dengan kondisi pasien.

Pada sistem rujukan berjenjang, pasien pada kondisi tertentu harus melewati fasilitas kesehatan berdasarkan tingkatan rumah sakit sebelum akhirnya mendapatkan pelayanan di rumah sakit dengan kemampuan medis yang lebih tinggi.

Dengan pendekatan berbasis kompetensi, rujukan akan lebih diarahkan pada kemampuan fasilitas kesehatan dalam menangani jenis penyakit atau kondisi medis tertentu.

Azhar mengatakan pelaksanaan uji coba akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Dari proses tersebut, Kemenkes akan melihat kelebihan dan kekurangan sistem sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Gubernur Sulsel Dukung Uji Coba

Baca Juga: Sulsel Tempati Peringkat IV Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Bappenas

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan uji coba sistem tersebut di Makassar.

Ia menyebut Makassar memiliki jaringan fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari rumah sakit kabupaten dan kota, rumah sakit provinsi, hingga fasilitas kesehatan milik pemerintah pusat.

"Kita mensupport program JKN Bapak Menteri Kesehatan, Bapak Presiden Prabowo melalui tentu Pak Dirjen. Alhamdulillah memilih Makassar, tentu ada rumah sakit kabupaten, kota dan juga ada provinsi dan nasional," kata Andi Sudirman.

Ia berharap penerapan sistem rujukan berbasis kompetensi dapat menghasilkan standar pelayanan yang lebih baik dan menjadi model yang dapat dikembangkan lebih luas.

"Harapan kita dengan berbasis kompetensi kemudian JKN dan kemudian menjadi pilot project tentu akan ada standarisasi, kemudian pola-pola yang kemudian akan diterapkan dan lebih baik untuk pelayanan kesehatan," ujarnya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More