Muhammad Yunus
Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB
Rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 2,5 kilometer di Kabupaten Bulukumba sejak tahun 2025 hingga 2027.
  • Proyek infrastruktur senilai bagian dari program MYP ini ditargetkan mampu mengairi lahan persawahan seluas 1.200 hektare.
  • Pembangunan tersebut berdampak pada peningkatan frekuensi panen petani dari dua kali menjadi tiga kali setahun.

Petani muda Desa Bontonyeleng, Madasari, mengatakan sektor pertanian di wilayahnya masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.

Namun, keterbatasan infrastruktur pertanian selama ini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin mengembangkan usaha pertanian di desa.

"Kondisi pertanian di Bontonyeleng masih cukup memprihatinkan, tetapi dengan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi ini bisa menggerakkan petani muda agar tidak keluar dari desa dan bisa membangun potensi pertanian yang ada di desa," kata Madasari.

Ia berharap pembangunan irigasi dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk tetap tinggal dan mengembangkan sektor pertanian di daerahnya.

Menurut dia, ketersediaan infrastruktur irigasi dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi petani muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi.

"Saya berharap dengan adanya irigasi ini bisa memenuhi kebutuhan petani agar petani penerus mendapatkan kehidupan yang layak," ujarnya.

Madasari juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas pembangunan jaringan irigasi yang dinilai dapat mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

"Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Desa Bontonyeleng," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp780 miliar untuk merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi yang melayani 54.000 hektare sawah.

Baca Juga: Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Daerah irigasi ini tersebar di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery ini dilakukan lantaran mayoritas infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi hingga tinggal tersisa 50 persen.

Kerusakan pada bendung serta penyumbatan aliran kerap membuat pasokan air gagal mencapai area persawahan di tingkat hilir maupun tersier.

Penormalan jaringan irigasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian secara signifikan.

Ketersediaan air memungkinkan para petani meningkatkan frekuensi masa tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.

"Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen," kata Andi Sudirman.

Load More