- BMKG menyatakan fenomena El Nino yang kuat di Sulawesi Selatan menyebabkan mundurnya awal musim hujan 2026 hingga 2027.
- Dampak El Nino tidak memicu kekeringan berkepanjangan karena bertepatan dengan datangnya periode musim hujan di berbagai wilayah.
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan data prediksi BMKG tersebut untuk memperkuat mitigasi potensi bencana hidrometeorologi.
Musim hujan juga mulai memasuki sebagian besar wilayah Pinrang, Luwu, dan Luwu Timur, serta sebagian kecil wilayah Sidrap.
Memasuki Desember 2026, musim hujan diprediksi meluas ke sejumlah wilayah lainnya.
Wilayah yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Desember antara lain Kepulauan Selayar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Makassar, Maros, Gowa, Pangkep, Barru, Soppeng, dan Parepare.
Sementara itu, sebagian besar wilayah Sinjai dan Bone diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember. Kondisi serupa terjadi di sebagian kecil wilayah Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu Timur.
"Biasanya Maros November, tapi karena ada El Nino dia bergeser ke Desember," ujar Ayi.
Tidak semua wilayah Sulsel akan memasuki musim hujan pada akhir 2026. Sejumlah daerah bahkan diprediksi baru memasuki awal musim hujan pada Maret 2027.
Wilayah tersebut antara lain Sidrap dan Wajo, serta sebagian kecil Bone, Sinjai, dan Luwu.
"Itu memasuki musim hujan Maret. Ini ada karakteristik berbeda," jelasnya.
El Nino Bukan Musim
Baca Juga: Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri
Ayi menegaskan El Nino tidak bisa disamakan dengan musim kemarau ataupun musim hujan.
Musim hujan dan kemarau merupakan pola tahunan, sedangkan El Nino merupakan fenomena iklim yang memiliki siklus tersendiri.
"El Nino berbeda dengan musim. Musim itu tiap tahun ada kemarau dan hujan. El Nino tidak, ada siklusnya," katanya.
Berdasarkan pengamatan, siklus El Nino juga cenderung mengalami perubahan.
Jika sebelumnya fenomena tersebut dapat muncul dalam siklus sekitar tujuh tahun, kini periodenya dapat lebih cepat, sekitar empat tahun.
Karena itu, meski El Nino diperkirakan masih bertahan hingga 2027, Ayi kembali menegaskan kondisi kekeringan di Sulsel tidak akan berlangsung selama fenomena tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu
-
Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu
-
Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027
-
Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
-
Rumah Panggung Mewah Pengusaha Sidrap Ludes Terbakar