- BBWS Pompengan Jeneberang dan Pemprov Sulsel mematangkan dokumen akhir Penlok pembebasan lahan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa pada Selasa, 22 September.
- Proyek strategis nasional senilai Rp4,15 triliun ini dikerjakan konsorsium BUMN dan perusahaan China dengan target penyelesaian pada tahun 2028 mendatang.
- Bendungan berdaya tampung 223,6 juta meter kubik tersebut berfungsi mereduksi banjir, menyediakan air baku, irigasi, serta PLTA.
SuaraSulsel.id - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang bersama tim persiapan Penentuan Lokasi (Penlok) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mematangkan dokumen akhir proses pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk Pembangunan Bendungan Jenelata.
"Persiapan tim Penlok kini sedang berproses pada pembahasan konsep atau draf final permohonan Penlok beserta data-data pendukungnya," kata Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi saat dikonfirmasi wartawan dari Makassar, Selasa (22/9).
Draf dokumen permohonan tersebut setelah selesai dibahas, akan diajukan kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan pelaksanaan proyek tersebut berada di Kabupaten Gowa, Sulsel.
"Nantinya (dokumen draf final) itu akan ditetapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan untuk menjadi SK Penlok pengadaan tanah Bendungan Jenelata," ujar Herianto.
Pembangunan Bendungan Jenelata memerlukan lahan seluas 1.772,28 hektare dibagi menjadi 2.991 bidang. Sejauh ini, lahan yang sudah dibebaskan baru sekitar 238,92 hektare atau 855 bidang, sehingga masih tersisa 1.533,36 hektare lahan belum dibebaskan.
Selain itu, Tim Persiapan Penlok telah melaksanakan tahap awal pengadaan tanah termasuk memastikan lahan-lahan yang akan dibebaskan itu, bebas sengketa serta menyampaikan pemberitahuan kelanjutan pembangunan bendungan tersebut.
"Tim Persiapan Penlok Pemprov Sulsel sudah melaksanakan pemberitahuan awal pembangunan bendungan, mengidentifikasi serta menginventarisasi awal lokasi yang terdampak, maupun melakukan konsultasi publik terhadap pihak yang terdampak (masyarakat)," katanya.
Setelah tahapan awal tersebut selesai, proses selanjutnya diarahkan pada penyelesaian dokumen permohonan Penlok serta data pendukung yang diperlukan untuk menjadi dasar gubernur menetapkan lokasi pengadaan tanah pembangunan bendungan melalui SK.
Penetapan Penlok tersebut menjadi tahapan penting, sebelum pelaksanaan pengadaan tanah pada pembangunan Bendungan Jenelata dilanjutkan ke tahapan pembangunan berikutnya.
Baca Juga: Respons Tegas Bupati Gowa Husniah Talenrang Pasca Rumah dan Kantor Digeledah Polisi
Pembangunan Bendungan Jenelata menyasar sejumlah wilayah di beberapa desa, seperti Desa Tanah Karaeng, Desa Bissoloro, Desa Palantikang, Desa Buakkang, Desa Mangempang, Desa Bontomanai, dan Desa Bilalang, Kabupaten Gowa. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2028.
Bendungan itu menjadi salah satu program prioritas pembangunan pemerintah pusat lima tahun ke depan.
Anggarannya senilai Rp4,15 triliun lebih menggunakan dana Loan Cexim (agreement) Bank Tiongkok sebesar 85 persen, dan 15 persen dana pendampingan dari Kementerian Prasarana Umum melalui APBN.
Untuk pengerjaan proyek PSN tersebut dikerjakan dengan KSO (Kerja Sama Operasi) masing-masing PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero), serta KSO CAMC Engineering Co.Ltd dari China.
Bendungan ini menggunakan konstruksi CFRD (Concrete Face Rock Dam), dengan inti tegak bendungan setinggi 62,8 meter.
Daya tampung efektif bendungan sebesar 223,6 juta meter kubik dan dimanfaatkan untuk mereduksi banjir aliran Sungai Jenelata dari debit 1.800 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik, dengan luas area genangan 12,20 kilometer persegi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Disokong China, Ini Kabar Terbaru Proyek Megah Bendungan Jenelata Gowa Rp4,15 Triliun
-
PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'
-
Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi
-
Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara