- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meminta satgas lintas sektoral mengawasi distribusi BBM dan elpiji subsidi di Makassar pada Rabu (9/9).
- Pertamina menambah jam operasional SPBU, memperluas penyaluran elpiji tiga kilogram, serta mendesak penertiban antrean akibat kenaikan permintaan sektor pariwisata dan logistik.
- Pertamina menindak 63 SPBU dengan skorsing dan memblokir 6.023 nomor polisi kendaraan yang terdeteksi melakukan anomali penggunaan barcode.
SuaraSulsel.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meminta satuan tugas lintas sektoral memperkuat pengawasan terintegrasi untuk mengurai antrean pembelian BBM dan memastikan ketersediaan elpiji bersubsidi.
"Inilah yang kami harapkan dengan pembentukan tim satgas itu," kata Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom di Makassar, Rabu (9/9).
Axel mengatakan tim satgas lintas sektoral melibatkan aparat penegak hukum, pelaku usaha, serta unsur Pertamina yang memiliki peran dalam suplai dan distribusi.
Menurut dia, pengawasan terintegrasi diperlukan untuk mengurai antrean dan mencegah konsumsi BBM maupun elpiji bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan.
"Karena dengan itu kuncinya untuk mengurai semua antrean dan konsumsi yang tidak semestinya, khususnya BBM atau elpiji jenis subsidi ini. Jadi, semua sudah punya peran masing-masing dan dipimpin dari setiap perwakilan pemerintah kabupaten dan kota sebagai sektor utama," ujarnya.
Setelah bertemu pimpinan dan anggota DPRD Sulawesi Selatan serta pihak terkait lainnya, Pertamina menyusun sejumlah langkah penanganan, pengawasan, dan penindakan secara terintegrasi.
"Untuk BBM subsidi, kami akan membuka beberapa SPBU dengan penambahan jam operasional, pengaturan yang lebih teratur, dan kami butuh dukungan pengawasan dari APH dan Dishub untuk mengatur antrean yang terjadi sampai di luar SPBU. Karena, ini kami rasa sudah mengganggu ketertiban umum," katanya.
Sementara itu, untuk elpiji tiga kilogram bersubsidi, Pertamina akan menambah penyaluran di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.
Langkah tersebut juga melibatkan dinas terkait untuk memastikan ketersediaan elpiji serta penyalurannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Baca Juga: Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!
Terkait antrean panjang di SPBU yang berlangsung sekitar dua bulan terakhir, Axel mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya peningkatan permintaan dari beberapa sektor.
"Kenaikan permintaan dari sektor-sektor pariwisata, logistik, dan itu juga memiliki peranan yang cukup besar. Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi," ujarnya.
Pertamina juga mengakui perilaku konsumen sulit dikendalikan sehingga diperlukan peran tokoh masyarakat untuk mengimbau warga tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar mengenai ketersediaan BBM dan elpiji.
Axel mengatakan pihaknya menerima informasi yang beredar di masyarakat mengenai dugaan pembatasan Pertalite dan elpiji tiga kilogram, termasuk isu kenaikan harga.
"Sampai tadi malam saja di SPBU, kami sampai jam 3 pagi, itu masih ada antrean dan itu tidak wajar. Ada semacam yang menyampaikan informasi sepertinya tidak sesuai dengan kebenaran," katanya.
Ia mengatakan petugas Pertamina di SPBU juga menanyakan informasi yang diterima konsumen. Dari keterangan tersebut, ditemukan isu mengenai rencana kenaikan harga BBM dan elpiji yang dinyatakan tidak benar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai