- Sekprov Sulsel Jufri Rahman akan pensiun pada 19 September 2026 setelah dua tahun mengabdi.
- Jufri berpamitan pada penutupan MTQ Korpri di Pangkep tanggal 29 Agustus 2026 yang lalu.
- Pengalihan pengelolaan gaji guru PPPK kepada pusat berpotensi mengurangi pendapatan Bank Sulselbar daerah.
SuaraSulsel.id -
Masa pengabdian Jufri Rahman sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan tinggal menghitung hari.
Pejabat kelahiran Gowa, 19 September 1966 itu akan memasuki masa pensiun pada 19 September 2026.
Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Jufri akan meninggalkan jabatan yang selama ini menjadi salah satu posisi strategis dalam roda pemerintahan Provinsi Sulsel.
Namun, hingga masa pensiunnya semakin dekat, Jufri masih menjalankan aktivitas seperti biasa. Ia masih berada di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Di tengah waktu pengabdiannya yang tersisa, pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikannya mulai mencuat.
Jufri sendiri menyadari Pemprov Sulsel membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki pengalaman birokrasi, tetapi juga mampu bekerja bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Meski demikian, Jufri belum menyebut nama-nama yang berpotensi menduduki posisi tersebut.
"Saya yakin siapapun yang menggantikan saya sudah punya pengalaman," ujarnyam
Ia menyebut Sulsel memiliki cukup banyak ASN berpengalaman yang dapat mengemban tugas sebagai Sekprov.
Baca Juga: 300 Kilometer Jalan Rusak Langsung Tuntas Lewat Program MYP
Namun, pengalaman saja belum cukup. Hubungan kerja dan komunikasi dengan kepala daerah juga menjadi faktor penting dalam menjalankan pemerintahan.
Ia berharap sosok yang nantinya dipercaya menggantikannya dapat membangun kerja sama yang baik dengan Gubernur Andi Sudirman.
"Sepanjang para suksesor ini bisa bangun kerja sama dengan Pak Gubernur. Jadi Pak Gubernur itu teman diskusi yang baik, enak diajak bicara," ujarnya.
Kata Jufri, Sekprov memiliki posisi penting dalam menerjemahkan kebijakan kepala daerah ke dalam kerja birokrasi. Karena itu, komunikasi yang baik antara gubernur dan Sekprov akan menentukan kelancaran pemerintahan.
Jika keduanya dapat berjalan seirama, ia optimistis roda pemerintahan Sulsel tetap berjalan dengan baik.
"Sulsel ini akan tetap jalan dan aman," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045