Muhammad Yunus
Rabu, 02 September 2026 | 17:12 WIB
Daeng Raba (62) melintas di Jalan Hertasning, Makassar, sambil menjajakan balon jualannya. Jalan yang kini lebih mulus membuat perjalanan Daeng Raba terasa lebih nyaman dibanding sebelumnya [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Penjual balon keliling bernama Daeng Raba merasa lebih tenang berjualan setelah Jalan Hertasning Makassar diperbaiki pemerintah.
  • Perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari Multi Years Project Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk infrastruktur berkualitas tinggi.
  • Program pembangunan infrastruktur berlanjut ke tahap kedua dengan total anggaran gabungan mencapai tujuh koma tujuh triliun rupiah.

SuaraSulsel.id - Setiap jam 10.00 pagi, Daeng Raba mengayuh sepedanya. Sesekali juga ia dorong.

Usianya sudah 62 tahun. Namun, tubuh renta itu masih setia melewati jalan-jalan di Kota Makassar.

Dari sepeda itulah ia menggantung balon warna-warni yang akan dijajakannya kepada orang-orang yang ditemui di sepanjang perjalanan.

Jarak yang ditempuhnya sekitar empat kilometer setiap hari.

Selasa, 1 September 2026, Daeng Raba kembali melintas di Jalan Hertasning, Makassar. Sepedanya bergerak pelan di atas permukaan jalan yang kini terasa jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jalan yang mulus membuat kayuhan sepedanya lebih ringan.

Bagi sebagian orang, jalan yang mulus mungkin hanyalah bagian kecil dari keseharian. Tetapi bagi Daeng Raba, perubahan itu berarti lebih dari sekadar aspal baru.

Perjalanannya jauh lebih nyaman. Jualan lebih tenang. Dan ada satu kekhawatiran yang perlahan hilang.

Dulu, kata Daeng Raba, Jalan Hertasning menjadi salah satu bagian paling merepotkan dalam rutinitasnya.

Baca Juga: Sulsel Kekurangan Listrik? Guru Besar Unhas Bongkar Masalah Besarnya

"Aih dulu setengah mati lewat sini. Rusak jalanannya apalagi kalau hujan," ujarnya.

Lubang-lubang jalan membuat sepeda yang digunakannya bekerja lebih keras. Ia bahkan pernah mengalami kerusakan velg setelah roda sepedanya menghantam lubang.

Ketika hujan turun, persoalannya bertambah.

Genangan membuat lubang di jalan sulit terlihat. Sementara ketika malam tiba, kondisi jalan yang gelap membuat perjalanan semakin tidak nyaman.

"Ban depanku ini sampai bengkok. Masuk lubang. Tidak dilihat ki ka tergenang air," ujarnya sambil menunjuk ban depan sepeda miliknya.

Bagi pedagang kecil seperti dirinya, kerusakan sepeda bukan perkara sepele.

Load More