- Kebakaran menghanguskan 23 rumah di Asrama Mattoanging Makassar pada Selasa, 1 September 2026, akibat dugaan gangguan listrik.
- Damkar Makassar mengerahkan 25 armada dan 78 personel untuk memadamkan api selama satu jam lebih.
- Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun puluhan warga terdampak kini mengungsi di lapangan kompleks.
Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Salah satu kendala utama yang dihadapi petugas adalah akses jalan menuju lokasi kebakaran yang relatif sempit.
Kondisi tersebut membuat pergerakan armada pemadam menjadi terbatas. Di saat yang sama, angin kencang membuat kobaran api semakin cepat berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
"Kendala tentu karena ada jalanan akses tadi cukup kecil, kemudian angin bertiup sangat kencang. Ini yang mempercepat terjadinya proses kebakaran," kata Fadli.
Petugas kemudian melakukan penyekatan untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan.
Namun kebakaran telanjur menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah yang dihuni keluarga anggota maupun lingkungan Asrama Mattoanging.
Jumlah warga yang terdampak sementara tercatat sebanyak 23 kepala keluarga (KK).
Danramil Mariso Mayor Arh Jamaluddin mengatakan data tersebut masih bersifat sementara. Pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kondisi rumah dan barang milik warga yang terdampak.
"Jumlah KK sementara 23," ujar Jamaluddin.
Hingga proses penanganan berlangsung, petugas juga belum menghitung secara keseluruhan nilai kerugian akibat kebakaran. Begitu pula dengan kemungkinan kendaraan atau barang berharga yang ikut terbakar.
Baca Juga: Kapan Pemadaman Listrik Makassar Berakhir ? Ini Jawaban PLN
Satu Warga Sempat Terjebak
Kobaran api yang membesar juga membuat sejumlah warga panik menyelamatkan diri. Salah seorang warga bahkan sempat terjebak di dalam rumah ketika api mulai membesar.
Warga tersebut diketahui bernama Hidayat Kanro, 57 tahun.
Hidayat berhasil menyelamatkan diri dari rumahnya saat api semakin cepat menjalar.
Setelah berhasil keluar, dia kemudian mendapatkan penanganan tim medis karena mengalami sesak napas.
"Dia menyelamatkan dirinya sendiri karena api semakin cepat karena angin tadi itu," kata Jamaluddin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa