- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengumumkan pemadaman listrik bergilir selama dua jam setiap hari akibat penurunan debit air waduk PLTA.
- PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar menyatakan pemadaman dilakukan untuk pengaturan beban di tengah kegiatan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan.
- Wilayah yang terdampak pemadaman bergilir tersebut mencakup Kota Makassar dan Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan.
SuaraSulsel.id - Warga di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan harus bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir.
Pemadaman berlangsung sekitar dua jam setiap hari seiring pasokan listrik yang mengalami penyesuaian.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari berkurangnya debit air di sejumlah waduk yang menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di tengah kemarau yang masih berlangsung.
Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel, Jufri Rahman mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN terkait kondisi kelistrikan tersebut.
Dari hasil koordinasi itu dia mendapat informasi bahwa penurunan debit air terjadi di Waduk Bili-Bili dan kawasan Bakaru.
"Iya, saya dilapori faktornya pembangkit listrik tenaga air mulai kekurangan air. Bakaru, tinggi permukaan air sudah turun, Bili-Bili juga seperti itu," kata Jufri, Senin, 31 Agustus 2026.
Kata Jufri, berkurangnya ketersediaan air membuat kemampuan pembangkit listrik tenaga air ikut terpengaruh.
Pada saat yang sama, kebutuhan untuk menjaga pasokan listrik tetap tersedia harus dihadapkan dengan biaya pembangkitan dari sumber energi lainnya.
Jufri menyebut salah satu persoalan yang dihadapi adalah meningkatnya kebutuhan terhadap solar. Kondisi itu turut menjadi pertimbangan dalam pengelolaan pasokan listrik.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir 2 Jam Sehari di Sulsel
"Kan ada tenaga listrik. Ya, tapi (kebutuhan) solar juga naik. Tentu PLN kan cari untung juga. Daripada rugi, tentu teknik yang paling lazim selama ini pemadaman bergilir," ujarnya.
Jufri mengatakan kondisi tersebut membuat masyarakat perlu mengantisipasi kemungkinan pemadaman, terutama dengan menyiapkan sumber listrik cadangan seperti generator.
Namun, penggunaan generator juga bukan tanpa persoalan. Selain membutuhkan perangkat, generator membutuhkan bahan bakar sementara ketersediaan solar juga disebut masih menjadi tantangan.
"Karena itu, siapkan generator. Cuma generator kan butuh solar. Solar itu sekarang juga ngantri orang-orang ini. Jadi memang negara kita ini sedang tidak baik-baik saja," katanya.
PLN Berdalih Ada Pemeliharaan
Sebelumnya, PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar membenarkan adanya pengaturan beban yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa