- BPBD melaporkan banjir bandang melanda Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, pada Rabu dinihari, 26 Agustus.
- Bencana tersebut merusak 12 unit rumah, merendam 50 rumah warga, serta menyebabkan 103 jiwa terdampak tanpa adanya korban jiwa.
- Pemerintah daerah bersama aparat gabungan dan warga setempat langsung melakukan penanganan darurat serta pembersihan material lumpur.
SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sekitar 12 unit rumah warga di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah rusak akibat dampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu dinihari (26/8).
"Data sementara kurang lebih 68 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir bandang," kata Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu.
Ia menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 Wita dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Parigi Moutong dan menyebabkan air sungai meluap hingga ke pemukiman warga dan badan jalan tertutup material lumpur kurang lebih 500 meter.
Akibatnya arus lalu lintas jalan Trans Sulawesi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara terjadi kemacetan dan petugas terus berupaya melakukan penanggulangan pada kondisi darurat.
"Saat ini sekitar 12 KK terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak dan tertimbun lumpur," ujarnya.
Data sementara hasil asesmen atau kaji cepat oleh tim reaksi cepat (TRC), BPBD Parigi Moutong tercatat 12 rumah rusak, 50 rumah warga terendam material lumpur, kemudian pagar pabrik durian rusak dan badan jalan tertutup lumpur sekitar 500 meter.
"Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu. Kurang lebih 103 jiwa terdampak. Saat ini pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan darurat," ucap Rivai.
Ia mengatakan TRC terus melakukan pendataan fasilitas umum, tanah pertanian, perikanan maupun warga terdampak bencana hidrometeorologi. Data yang disajikan saat ini sewaktu-waktu dapat berubah berdasarkan situasi di lapangan.
Pemerintah juga segera mempercepat penanganan lanjutan berdasarkan kebutuhan mendesak, di antaranya kebutuhan air bersih, logistik makanan siap saji, tenda pengungsian, normalisasi sungai dan pembersihan rumah-rumah warga tergenang lumpur.
Baca Juga: Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
"Saat ini penanganan di lapangan dibantu personel BPBD, TNI/Polri, aparat desa dan warga setempat, tidak menutup kemungkinan ada relawan masuk ikut membantu," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa