- Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar mengerahkan ribuan armada persampahan di empat belas kecamatan untuk mengangkut sampah menuju tempat pemrosesan akhir.
- Pemerintah Kota Makassar menambah puluhan kendaraan baru serta menyiapkan mesin pengolahan sampah guna meningkatkan efisiensi operasional tahun 2026.
- Dinas Lingkungan Hidup mengoptimalkan pemilahan sampah serta fasilitas TPS3R untuk mengurangi volume sampah sebelum mencapai tempat pemrosesan akhir.
Tambah Armada, Pemkot Siapkan Puluhan Kendaraan Baru
Untuk memperkuat armada, Pemkot Makassar terus melakukan pengadaan kendaraan secara bertahap.
Pada 2025, pemerintah telah merealisasikan bantuan 50 unit kendaraan, yang terdiri dari 9 unit dump truck, 11 unit arm roll, serta kendaraan pendukung lainnya.
Memasuki 2026, DLH kembali melakukan pengadaan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll.
“Pengadaan armada baru sudah kami lakukan. Pada tahun ini, terdapat penambahan 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll,” kata Helmy.
Penambahan armada juga masih akan diupayakan melalui perubahan anggaran. Namun, realisasinya bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Nantinya, pada saat anggaran perubahan, kami akan berupaya untuk menambah kembali armada truk sampah, tergantung pada kemampuan keuangan di perubahan anggaran tersebut,” ujarnya.
Menurut Helmy, penguatan armada tidak hanya dilakukan dengan menambah jumlah kendaraan. DLH juga mulai melakukan transformasi teknologi agar proses pengangkutan dan pengolahan sampah lebih efisien.
“Kami juga mulai beralih secara bertahap menggunakan mesin sampah karena alat tersebut lebih hemat dan mampu mengangkut sampah dalam jumlah yang lebih banyak,” bebernya.
Baca Juga: Pendataan Sampah Kacau, Wali Kota Makassar Beri Peringatan Keras ke Camat dan Lurah
Tak Semua Sampah Harus Berakhir di TPA
Meski kekuatan armada terus ditambah, DLH Makassar menilai persoalan sampah tidak akan selesai jika seluruh sampah hanya diangkut menuju TPA.
Strategi utama ke depan adalah mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya.
Sampah rumah tangga harus mulai dipilah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan maggot maupun pakan ternak, sedangkan sampah anorganik dapat diproses dan dimanfaatkan kembali.
Untuk mendukung pengolahan tersebut, DLH telah menyiapkan berbagai mesin pengolahan sampah.
Sebanyak 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak dan 24 unit mesin pembubur disiapkan untuk didistribusikan ke wilayah kecamatan melalui fasilitas TPS3R.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa