- BPBD Provinsi Gorontalo meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi dampak kekeringan panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga Februari 2027.
- Kabupaten Boalemo menjadi salah satu wilayah tertentu di Gorontalo yang diperkirakan mengalami periode kering lebih panjang dibanding daerah lainnya.
- BPBD memantau sumber air dan mewaspadai kebakaran hutan serta lahan di Bone Bolango dan Gorontalo Utara.
SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan yang diprediksi berlangsung lebih panjang di sejumlah wilayah hingga Februari 2027.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo Hifni Tegela, di Gorontalo, mengatakan berdasarkan prediksi BMKG, periode kering secara umum diperkirakan berlangsung hingga November 2026.
Namun, terdapat wilayah tertentu yang diprediksi mengalami periode kering lebih panjang hingga Februari 2027, salah satunya Kabupaten Boalemo.
“Prediksi BMKG sampai November 2026, namun ada satu wilayah yang sampai Februari 2027. Namun tidak menyeluruh, hanya daerah tertentu seperti Kabupaten Boalemo,” kata Hifni di Kantor BPBD Provinsi Gorontalo, Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena periode kering yang lebih panjang dapat berdampak pada ketersediaan sumber air dan meningkatkan kebutuhan air bersih masyarakat.
BPBD Provinsi Gorontalo terus melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dan organisasi perangkat daerah terkait sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan.
Hifni mengatakan ketersediaan sumber air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan dampak kekeringan, terutama untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Kami bergantung pada sumber air untuk kita distribusikan, tapi prediksi akan ada terus itu belum ada,” ujarnya.
Ia mengatakan sejumlah sungai di Gorontalo mulai mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap sumber air menjadi penting untuk mendukung langkah penanganan apabila kebutuhan air masyarakat meningkat.
Baca Juga: 5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
Selain kekeringan, BPBD juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi lahan yang kering.
BPBD mencatat kebakaran hutan terjadi di Bone Bolango, sedangkan kebakaran lahan terjadi di Gorontalo Utara.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar.
Hifni mengatakan kondisi lahan yang kering disertai angin kencang dapat membuat api cepat meluas.
Karena itu, pencegahan dan kewaspadaan masyarakat diperlukan untuk mengurangi risiko bencana selama periode kering.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Hore! 3,8 Juta Warga Sulsel Dapat Bantuan Beras 30 Kg
-
Kapten Kapal MT Honour Menangis dan Minta Maaf ke Keluarga Korban
-
Ijazah SMA Gibran Rakabuming Tidak Ditemukan
-
Bupati Gowa Husniah Talenrang Lakukan Perlawanan Hukum
-
Sulbar Dikepung Asap, Kenali 5 Tanda Bahaya Ini Sebelum Terlambat ke Rumah Sakit