- Kepala OJK Sulutgo, Robert Sianipar, mengingatkan mahasiswa di Manado pada Jumat (2/10) agar mewaspadai investasi bodong.
- Mahasiswa diimbau memeriksa legalitas, mengenali ciri ilegal, serta memahami risiko sebelum mengambil keputusan finansial.
- Edukasi berkelanjutan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan agar generasi muda mampu mengelola dana secara aman.
SuaraSulsel.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah tergiur tawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
"Mahasiswa dinilai perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai produk dan layanan keuangan sebelum memutuskan untuk berinvestasi," kata Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar, di Manado, Jumat (2/10).
Menurutnya, edukasi ini dilakukan karena OJK menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
OJK menekankan pentingnya mahasiswa mengenali ciri-ciri investasi ilegal sebelum menempatkan dana.
Tawaran keuntungan yang tidak wajar, iming-iming keuntungan cepat, serta ajakan untuk segera menyetorkan dana perlu diwaspadai.
Mahasiswa juga diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi investasi yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi pesan.
Ia mengatakan setiap tawaran investasi perlu diperiksa legalitas dan kredibilitas penyelenggaranya sebelum mengambil keputusan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu membangun pemahaman keuangan yang lebih baik di kalangan generasi muda.
Melalui berbagai program edukasi yang dijalankan secara berkelanjutan, kata Robert, OJK terus mendorong masyarakat untuk mampu mengelola keuangan secara bijak.
Baca Juga: BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
Edukasi juga diarahkan agar masyarakat memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam penggunaan produk dan layanan keuangan.
Bagi mahasiswa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dinilai penting karena dapat membantu mereka mengambil keputusan finansial secara lebih hati-hati.
Selain memahami potensi keuntungan, calon investor juga perlu mempertimbangkan risiko serta memastikan produk keuangan yang digunakan berada dalam pengawasan regulator sesuai ketentuan.
Robert berharap peningkatan literasi keuangan dapat membuat mahasiswa semakin kritis dalam menghadapi berbagai tawaran investasi.
Dengan memahami risiko dan mengecek legalitas sebelum berinvestasi, generasi muda diharapkan dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Tergiur Cepat Kaya? Hati-hati, OJK Ingatkan Mahasiswa Jangan Tertipu Investasi Palsu
-
MYP Paket 1 Fokus Penataan Pedestrian, Drainase, dan Bahu Jalan
-
Dukung MotoGP 2026, BRI Dorong Sport Tourism Indonesia Semakin Mendunia
-
Mutasi Besar-Besaran! Ini Daftar Lengkap 4 Kapolda Baru di Sulawesi
-
Kapolri Suyudi Ganti Kapolda Sulawesi Selatan