- DPRD Sulsel mendesak pemerintah memperketat pengawasan tambang ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan di sejumlah wilayah sepanjang tahun 2026.
- Sebanyak 70 persen tambang galian C di Sulawesi Selatan diduga ilegal dan berpotensi meningkatkan risiko bencana alam signifikan.
- DPRD meminta Gubernur mengevaluasi izin perusahaan serta menindak tegas aktor utama di balik aktivitas pertambangan ilegal tersebut.
SuaraSulsel.id - DPRD Sulsel mendesak pemerintah setempat agar pengawasan tambang diperketat menyusul adanya aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2026.
"Hingga Juni ini aktivitas itu menjadi sorotan publik. Aktivitas pertambangan galian C tanpa izin dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan," kata Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid di Makassar, Kamis (18/6).
Selain itu, lanjut dia, juga akan mempercepat degradasi daerah aliran sungai (DAS), serta meningkatkan risiko bencana seperti banjir dan tanah longsor.
Sementara itu laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengungkap dugaan bahwa aktivitas tambang ilegal mendominasi hampir 70 persen dari total kegiatan pertambangan galian C di daerah.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kadir mengatakan DPRD Sulsel meminta Gubernur untuk melayangkan rekomendasi kepada Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup guna melakukan evaluasi mendalam terhadap izin perusahaan yang melakukan penambangan di Kabupaten Enrekang, Maros, Gowa, Jeneponto dan Takalar.
Rekomendasi tersebut dipandang sebagai sebuah urgensi hukum mengingat adanya ketidaksesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
DPRD Sulsel juga meminta Pemprov Sulsel untuk memperketat pengawasan melalui koordinasi lintas sektor.
DPRD juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang menyeluruh dengan tidak hanya menindak pekerja yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri dan menindak pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal atau aktor utama di balik praktik tambang ilegal.
Perhatian masyarakat terhadap persoalan ini semakin meningkat setelah muncul dugaan keterlibatan oknum pejabat dalam aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah daerah.
Baca Juga: Kejati Sulsel Geledah Dinas Pendidikan, Kadisdik: Kami Kooperatif!
Berbagai kelompok masyarakat dan organisasi sipil di Kabupaten Takalar, Kabupaten Maros, Kabupaten Enrekang, hingga Kabupaten Toraja Utara juga terus menyampaikan penolakan terhadap kegiatan tambang yang dianggap mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan warga.
Sementara itu, aparat penegak hukum terus melakukan upaya penertiban melalui operasi terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin.
Masyarakat berharap penanganan persoalan tambang ilegal di Sulsel dapat dilakukan secara tegas, transparan, dan berkelanjutan agar kerusakan lingkungan dapat dicegah serta kepentingan masyarakat tetap terlindungi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Waduh! Pembangunan Stadion Sudiang Makassar Telat, DPR Minta Kontraktor Ngebut
-
Semua Potensi SAR Telah Dikerahkan Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
-
Kronologi Power Bank Berasap dan Mengeluarkan Percikan Api di Penerbangan Batik Air
-
7,8 Juta Rokok Ilegal Masuk Makassar, Modus Sembunyi di Peti Kemas Berhasil Dibongkar Bea Cukai
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN