- SLBN 1 Kota Makassar mengadakan lomba khusus HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 untuk siswa disabilitas.
- Berbagai perlombaan dirancang untuk melatih kemandirian, keberanian, koordinasi motorik, serta membangun keterampilan hidup siswa.
- Kegiatan ini mendapat apresiasi karena memberikan ruang setara bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi diri.
SuaraSulsel.id - Gelak tawa, tepuk tangan dan sorak-sorai memenuhi halaman SLB Negeri 1 Kota Makassar.
Wajah-wajah ceria anak-anak disabilitas terlihat antusias mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Bagi anak-anak di sekolah ini, kemerdekaan bukan sekadar memasang bendera atau mengikuti lomba khas Agustusan.
Kemerdekaan hadir ketika mereka diberi kesempatan untuk tampil, mencoba, bergerak, dan menunjukkan kemampuan tanpa dibatasi oleh kondisi yang mereka miliki.
Sejak hari pertama rangkaian kegiatan, siswa, guru dan orang tua larut dalam suasana penuh kegembiraan. Ada yang berjuang menuntaskan permainan, ada yang mencoba bergerak dengan kemampuan terbaiknya, sementara teman-teman dan guru memberikan dukungan melalui tepuk tangan dan sorakan penyemangat.
Momen-momen sederhana itu menjadi pemandangan yang menghangatkan. Setiap keberhasilan kecil mendapat apresiasi. Setiap usaha dihargai.
Bahkan ketika belum berhasil menyelesaikan perlombaan, semangat anak-anak untuk mencoba kembali tetap menjadi bagian paling penting dari perayaan kemerdekaan.
Lomba Agustusan Jadi Ruang Anak untuk Berkembang
Berbeda dari perlombaan kemerdekaan pada umumnya, SLBN 1 Makassar merancang sejumlah Lomba Program Khusus yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.
Baca Juga: Terus Dipacu! Begini 20 Persen Penampakan Stadion Sudiang Makassar
Kegiatan tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana melatih kemandirian, keberanian, koordinasi motorik, kemampuan berinteraksi hingga keterampilan hidup.
Untuk siswa tunanetra, misalnya, digelar lomba orientasi mobilitas. Kegiatan ini melatih kemampuan mengenali lingkungan, meningkatkan kepekaan indera dan membangun keberanian untuk bergerak secara mandiri.
Sementara bagi siswa tunagrahita, lomba pengembangan diri diarahkan untuk melatih kemandirian dalam menyelesaikan aktivitas dan mengambil keputusan.
Adapun bagi siswa tunadaksa, lomba kursi roda adaptif menjadi ruang untuk melatih koordinasi gerak, ketangkasan sekaligus membangun semangat pantang menyerah.
Plt Kepala SLBN 1 Kota Makassar, Muhammad Nur, mengatakan seluruh aspek perlombaan, mulai dari aturan, peralatan hingga sistem penilaian, dirancang dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Perayaan tahun ini memiliki pesan mendalam. Kami ingin memastikan setiap aktivitas bersifat edukatif dan membangun karakter. Kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan kesempatan untuk berpartisipasi, tampil, dan menemukan rasa percaya diri,” ujar Muhammad Nur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam
-
Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas
-
Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong
-
HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan
-
Harga Bensin Eceran di Gorontalo Utara Naik Ugal-ugalan Rp16.650 per Liter