- Jusuf Kalla membuka Rakerkonas APINDO ke-XXXV di Hotel Claro Makassar pada Senin, 3 Agustus 2026.
- Jusuf Kalla menekankan sinergi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk menghadapi tekanan ekonomi global serta perubahan iklim.
- Jusuf Kalla meminta pemerintah daerah mendorong produktivitas sektor ekspor serta menjaga keseimbangan hubungan industrial secara efektif.
Ia juga mengingatkan ancaman perubahan iklim seperti fenomena El Nino yang dapat menurunkan produksi pertanian dan berdampak pada daya beli masyarakat.
“Perubahan iklim akan menyebabkan hasil pertanian menurun. Akibatnya konsumsi masyarakat juga akan berubah,” ujarnya.
Dorong Produktivitas Daerah dan Ekspor
JK meminta pemerintah daerah terus mendorong produktivitas masyarakat, khususnya sektor yang memiliki potensi ekspor.
Menurutnya, kondisi ekonomi setiap daerah di Indonesia berbeda-beda sehingga membutuhkan kebijakan yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.
Ia mencontohkan sejumlah daerah di luar Pulau Jawa yang memiliki basis komoditas ekspor seperti kopi, kakao, dan hasil laut masih memiliki peluang pertumbuhan karena mendapatkan keuntungan dari penerimaan dolar.
“Berikan insentif dan kemudahan kepada komunitas yang melakukan ekspor, sehingga masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar,” kata JK.
JK juga mengingatkan agar pemerintah menjaga belanja negara agar tetap efektif. Menurutnya, pengurangan anggaran secara berlebihan dapat berdampak pada melemahnya aktivitas ekonomi, mulai dari pembayaran pegawai hingga berkurangnya pekerjaan bagi sektor kontraktor.
Pentingnya Hubungan Pengusaha dan Buruh
Baca Juga: Kisah Rosyidah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Bangun UMKM Olahan Laut di Indramayu
Dalam forum pengusaha tersebut, JK juga menyinggung peran Apindo dalam menjaga hubungan harmonis antara pengusaha dan pekerja.
Menurutnya, keseimbangan hubungan industrial sangat penting agar produktivitas ekonomi tetap terjaga.
Ia mengatakan, kebijakan pengupahan harus mempertimbangkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi agar daya beli pekerja tidak menurun.
“Kalau inflasi tidak dimasukkan dalam perhitungan gaji buruh, maka pendapatan riil buruh akan turun. Kalau pendapatan riil turun, produktivitas juga akan menurun,” jelasnya.
JK berharap Apindo terus menjadi wadah yang memperkuat kerja sama antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi selalu mengalami siklus naik dan turun. Karena itu, yang dibutuhkan adalah daya tahan dan semangat untuk terus berusaha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
PERADI Profesional dan Unhas Siapkan PPA, Target Lahirkan Advokat Beretika
-
Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur
-
Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi
-
Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak
-
Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank