- Polda Sulsel menyelidiki dugaan korupsi program seragam sekolah gratis senilai Rp16 miliar di Kabupaten Gowa pada 29 Juli 2026.
- Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel memeriksa Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, sebagai saksi di Makassar terkait kasus tersebut.
- Pansus DPRD Gowa merekomendasikan penegak hukum memeriksa Basri Kajang karena diduga terlibat dalam pengadaan seragam sekolah.
Karena dinilai memiliki keterkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam program seragam sekolah gratis tersebut.
Ketua Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Muhammad Kasim Sila, mengatakan rekomendasi itu merupakan bagian dari hasil penyelidikan pansus terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Gowa.
"Iya, kami merekomendasikan kepada aparat penegak hukum untuk memeriksa Basri Kajang," kata Kasim, baru-baru ini.
Menurut Kasim, masih terdapat sejumlah fakta yang perlu didalami melalui proses hukum, khususnya terkait pelaksanaan pengadaan seragam sekolah gratis.
Selama proses hak angket berlangsung, Pansus mengaku telah tiga kali melayangkan surat pemanggilan kepada Basri Kajang. Namun, yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan tersebut.
"Tiga kali kami lakukan pemanggilan, tetapi yang bersangkutan tidak pernah hadir. Karena itu kami rekomendasikan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pendalaman," ujarnya.
Disebut dalam Sidang Pansus
Nama Basri Kajang mencuat dalam persidangan Pansus Hak Angket DPRD Gowa yang menyelidiki program seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP dengan nilai anggaran sekitar Rp16 miliar.
Dalam persidangan, Basri disebut diduga memiliki peran dalam proses penawaran hingga pelaksanaan pengadaan.
Baca Juga: Drama Hak Angket DPRD Gowa Berujung Polisi, 45 Anggota Dewan Siap Ambil Langkah Ini
Sales Marketing PT Urban Ritel Internasional (URI), Ika, yang dihadirkan sebagai saksi, mengungkapkan bahwa sejak awal perusahaannya diminta menawarkan produk dengan harga serendah mungkin.
"Awalnya kami dihubungi untuk penawaran dan barang yang disepakati adalah barang dengan harga paling murah," ujarnya di hadapan anggota pansus.
Keterangan itu diperkuat dengan terungkapnya pembicaraan mengenai harga sebelum proses pengadaan resmi berjalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad mengaku pernah dipanggil Bupati Gowa setelah anggaran program seragam gratis disahkan.
Menurut Taufiq, dalam pertemuan tersebut Bupati meminta agar program segera dijalankan dan menyebut akan ada orang kepercayaannya yang menangani pekerjaan tersebut.
"Setelah penetapan anggaran saya dipanggil menghadap oleh bupati dan beliau bilang, 'oke jalankan dan nanti ada orangku yang kerjakan'," kata Taufiq dalam sidang Pansus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar
-
Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?