- Basarnas memperkuat operasi pencarian korban KM Nurul Salsa di Kepulauan Selayar dengan menambah armada serta personel tambahan.
- Tim SAR menemukan sejumlah barang bukti milik penumpang di perairan sekitar guna mengembangkan area pencarian yang lebih luas.
- Hingga hari keenam, Tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif untuk mencari 18 korban yang masih dinyatakan belum ditemukan.
SuaraSulsel.id - Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Basarnas kembali memperkuat unsur pencarian dengan mengerahkan tambahan armada dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa Basarnas menambah satu unsur laut berupa Rescue Boat (RB) 220 Mataram beserta 17 personel rescue untuk mendukung operasi pencarian terhadap korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
"Pada hari keenam operasi, Basarnas kembali menambah kekuatan dengan mengerahkan Rescue Boat 220 dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram beserta 17 personel rescue. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan," ujar Arif, Senin 20 Juli 2026.
RB 220 Mataram bergerak dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, selanjutnya bergabung dalam Operasi SAR KM Nurul Salsa.
Dengan bergabungnya unsur dari Basarnas Mataram, kekuatan personel dan armada di lapangan semakin bertambah untuk menghadapi luasnya area pencarian serta kondisi perairan yang masih dipengaruhi gelombang setinggi 2 hingga 3 meter.
Di tengah pelaksanaan penyisiran, KRI Marlin-877 menemukan satu unit swimvest yang hanyut di perairan utara Pulau Sanipa.
Swimvest tersebut bertuliskan "KM Nurul Salsa", sehingga langsung diamankan sebagai temuan yang diduga berkaitan dengan kecelakaan kapal.
Temuan ini selanjutnya menjadi salah satu petunjuk yang akan dianalisis oleh Tim SAR Gabungan untuk mendukung pengembangan area pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
Baca Juga: 4 Hari Tanpa Makanan, Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Lihat Ibunya Meninggal di Tengah Laut
Arif menambahkan bahwa terdapat laporan dari nelayan perairan Pangkep, sebuah rakit, dengan tas yang berisi identitas, yang diduga milik penumpang KM Nurul Salsa.
"Kami mendapatkan informasi dari nelayan Pangkep, telah ditemukan sebuah rakit gabus, yang diatasnya ada sebuah tas, yang kami yakini bahwa barang tersebut adalah milik dari penumpang KM Nurul Salsa. Dan saat ini kami sedang terus mencari informasi dari wilayah Perairan Pangkep," tambahnya.
Pada hari keenam, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian di area seluas 1.980 nautical mile persegi (nm²) yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU).
Selain unsur laut, pemantauan udara juga dilakukan menggunakan Boeing B737-200 TNI AU yang menyisir seluruh sektor pencarian.
Hingga Senin (20/7), data korban tercatat sebanyak 78 orang, dengan rincian 59 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian.
Seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian melalui koordinasi lintas instansi serta evaluasi hasil pencarian setiap hari guna memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang masih hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Sering Delay? INACA Ungkap Mengapa Penerbangan di Indonesia Begitu 'Unik' dan Sulit Tepat Waktu
-
Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa
-
Rp500 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Sulawesi Tenggara
-
BKKBN: Bangun Keluarga Tak Cukup Modal Cinta