- Nelayan berhasil menyelamatkan tujuh korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar pada Juli 2026.
- Pemerintah didorong memperkuat kolaborasi sistematis antara Basarnas dengan nelayan sebagai garda terdepan dalam operasi pencarian dan pertolongan.
- Nelayan perlu dibekali pelatihan teknis SAR dan peralatan keselamatan memadai agar evakuasi korban laut lebih aman serta terkoordinasi.
Ia mengimbau seluruh nelayan untuk selalu melengkapi kapal dengan alat keselamatan sebelum melaut.
"Kecelakaan di laut bisa terjadi kapan saja. Karena itu kami menghimbau nelayan kita agar selalu memprioritaskan keselamatan dan melengkapi peralatan keamanan di atas kapal sebelum berlayar," tegasnya.
Nelayan Selamatkan Korban KM Nurul Salsa
Peran vital nelayan terlihat dalam operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pada hari keempat operasi SAR, Sabtu (18/7), lima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal nelayan KMN Sinar Matoanging 04 di sekitar Pulau Matallang.
Kelima korban, yakni Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Diska (7), dan Sri Ardita (17), ditemukan mengapung di laut sambil bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong atau rumah ikan milik nelayan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan KN SAR Kamajaya segera bergerak melakukan intercept untuk mengevakuasi para korban setelah menerima laporan dari kapal nelayan.
Ia menyebut kemampuan korban bertahan hidup dengan memanfaatkan rompong nelayan menjadi faktor penting yang membuat mereka akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Perkembangan positif kembali terjadi pada hari kelima operasi SAR. Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua korban selamat, yakni Nurmiati (46) dan Jasmal (24), setelah keduanya ditemukan terdampar di Pulau Balaloho oleh kapal nelayan KM Bari Baria 05.
Baca Juga: Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan KRI Marlin 877 menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Data sementara menunjukkan sebanyak 59 korban berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, sementara 18 korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang terus melakukan penyisiran laut berdasarkan analisis arus dan kondisi cuaca.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026, Permudah Layanan Keuangan bagi PMI
-
Terjang Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Sigambal Dampingi UMKM hingga Naik Kelas
-
Kapan Pemadaman Listrik di Sulsel Berakhir? Ini Kata Gubernur Andi Sudirman
-
Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
-
800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan