Ilustrasi: Perajin mengeluarkan gula merah yang telah mengeras dari cetakan [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
- Peneliti Universitas Hasanuddin menciptakan inovasi pengolahan gula aren alami yang lebih efisien di Sulawesi Selatan sejak tahun 2016.
- Teknologi baru tersebut mampu memangkas waktu produksi hingga lima puluh persen tanpa menggunakan bahan tambahan atau pengawet kimia.
- Tim peneliti berhasil memproduksi empat varian gula aren berkualitas dengan izin edar resmi dari BPOM untuk perluasan pasar.
Sertifikat izin edar BPOM diserahkan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi Academia, Business, Government (ABG) yang diselenggarakan BPOM RI bekerja sama dengan Unhas.
Keberhasilan ini menjadi salah satu contoh hilirisasi riset Unhas yang tidak hanya menghasilkan inovasi akademik, tetapi juga menciptakan produk pangan berbasis sumber daya lokal yang memiliki daya saing, bernilai tambah tinggi, dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pelaku usaha gula aren di Sulawesi Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur