- Pemprov Sulawesi Selatan mengembangkan 200 hektare kawasan durian premium jenis Musang King dan Black Thorn untuk target ekspor.
- Pemerintah turut menyalurkan bantuan pengembangan 115 hektare lahan cabai guna mengendalikan inflasi melalui mekanisme verifikasi petani yang ketat.
- Gubernur Sulawesi Selatan berhasil menjemput program bantuan pusat berupa benih, alat, dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas daerah.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan sebagian besar bantuan pertanian tahun ini merupakan hasil upaya pemerintah provinsi menjemput program dari pemerintah pusat di tengah terbatasnya ruang fiskal APBD.
Menurutnya, pemerintah sengaja aktif mengajukan berbagai kebutuhan pertanian ke Kementerian Pertanian agar lebih banyak bantuan dapat mengalir ke Sulawesi Selatan.
"Karena ruang fiskal daerah terbatas, kami menjemput bola ke kementerian. Alhamdulillah banyak bantuan yang berhasil dibawa ke Sulawesi Selatan," kata Andi.
Selain bibit hortikultura, Sulsel juga memperoleh bantuan benih padi untuk lahan seluas 142.920 hektare senilai Rp52,5 miliar dan benih jagung untuk 126.415 hektare senilai Rp104 miliar.
Di sektor perkebunan, pemerintah mengalokasikan bantuan kakao untuk 8.000 hektare senilai Rp74,2 miliar.
Sementara di bidang alat dan mesin pertanian disalurkan 50 unit combine harvester senilai Rp21,5 miliar, 150 unit traktor roda empat senilai Rp57 miliar, 100 unit traktor roda dua senilai Rp3,7 miliar, 300 unit pompa air senilai Rp7,2 miliar, serta 50 unit hand sprayer.
Sudirman menegaskan pengembangan durian tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah lebih memilih memperluas sentra yang selama ini telah terbukti cocok untuk budidaya durian dibanding membuka kawasan baru yang belum teruji.
"Kami mencari daerah yang memang cocok. Tidak semua wilayah kami berikan bibit. Kalau di situ sudah ada durian yang tumbuh baik, lahan di sekitarnya kami kembangkan. Jangan sampai masyarakat menunggu tiga tahun, tetapi tanaman tidak berbuah karena lahannya tidak sesuai," ujarnya.
Ia berharap pengembangan komoditas unggulan tersebut semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi daerah pemasok komoditas pertanian bernilai ekspor dari kawasan timur Indonesia.
Baca Juga: Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang
-
Gorontalo Diprediksi Dilanda Kekeringan Panjang hingga Februari 2027, Kabupaten Ini Paling Rawan
-
BRI Group Kembali Ukir Prestasi Global, Raih Enam Penghargaan dari Finance Asia
-
Gubernur Sulsel Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Awards 2026
-
Transaksi Qlola Tumbuh 51 Persen, BRI Perkuat Platform Digital untuk Nasabah Bisnis