- Pesawat Sriwijaya Air rute Nabire-Makassar tersangkut tali layangan saat mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada 27 Juni 2026.
- Petugas bandara segera mengevakuasi tali layangan tersebut guna memastikan operasional penerbangan tetap berjalan aman bagi seluruh penumpang.
- Pengelola bandara dan pemerintah memperketat pengawasan karena aktivitas bermain layang-layang di kawasan keselamatan operasi penerbangan sangat membahayakan.
Fenomena layang-layang yang mengganggu penerbangan bukan pertama kali terjadi di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden serupa pernah terjadi dan bahkan mengakibatkan kecelakaan.
Pada Juli 2024 misalnya, sebuah helikopter wisata jatuh di Bali setelah tali layang-layang terlilit pada baling-balingnya. Seluruh penumpang selamat, namun lima orang terdiri atas tiga warga negara Indonesia dan dua warga negara Australia, mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Sebelumnya, pada 2020, tali dan bambu layangan juga ditemukan masuk ke dalam mesin pesawat yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Meskipun pesawat berhasil mendarat dengan aman, kejadian itu memicu peningkatan pengawasan di sekitar kawasan bandara.
Pada tahun 2023, sayap pesawat NAM Air juga tersangkut benang layangan. Tak ada korban jiwa dalam insiden itu, tapi bisa berakibat fatal.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi sebelumnya sudah menegaskan layang-layang bukan sekadar permainan tradisional, tetapi dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan penerbangan apabila dimainkan di lokasi yang tidak semestinya.
"Layang-layang bisa mengganggu pandangan pilot. Selain itu, layangan juga dapat masuk ke mesin pesawat dan membahayakan penerbangan," ujarnya.
Dudy bahkan mengeluarkan instruksi khusus dan meminta seluruh otoritas bandara, AirNav Indonesia, serta pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap aktivitas bermain layang-layang di sekitar kawasan bandara.
Baca Juga: Promo Spesial BRI Ramadan Hadirkan Diskon Tiket Pesawat, Hotel, dan Aktivitas Liburan
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mau Tambah Daya Listrik Rumah? PLN Beri Diskon 50% Spesial Kemerdekaan, Cuma Sampai Tanggal Ini
-
Kebijakan Baru Pemkot Makassar Bikin Pusing Pemulung dan Pengangkut Sampah
-
Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Tanggap Gempa NTT, BRI Peduli Hadirkan 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum