Muhammad Yunus
Kamis, 02 Juli 2026 | 16:49 WIB
Ilustrasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) jelang Tahun Baru 2021 (Foto: Beritajatim.com)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan redesain proyek Jembatan Barombong karena anggaran sebelumnya melebihi batas ketentuan pendanaan Inpres Jalan Daerah.
  • Pembangunan jembatan ini menjadi program prioritas pada tahun 2027 untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan selatan Makassar.
  • Pemerintah tengah mengupayakan skema pembiayaan kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota agar proyek tetap dapat terlaksana.

SuaraSulsel.id - Pembangunan Jembatan Barombong di Kota Makassar belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan kini memutuskan melakukan redesain atau perencanaan ulang proyek tersebut.

Sebelumnya nilai pembangunan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 miliar tidak dapat terakomodasi melalui skema pendanaan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muhammad Amin mengatakan saat ini Pemerintah Kota Makassar masih menunggu hasil revisi desain yang tengah disusun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia mengatakan perencanaan ulang dilakukan untuk mengetahui besaran anggaran terbaru yang dibutuhkan sehingga pemerintah dapat menentukan skema pembiayaan yang paling memungkinkan.

"Pendanaan dari pusat itu kan sebelumnya direncanakan sekitar Rp300 miliar. Karena belum bisa dibiayai melalui skema (IJD) tersebut, sekarang kami menunggu hasil redesain dari provinsi," kata Amin, Kamis, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan revisi tersebut tidak hanya menghitung ulang kebutuhan anggaran, tetapi juga membuka peluang adanya perubahan terhadap konsep pembangunan jembatan.

Pemerintah Provinsi Sulsel saat ini masih menyusun kembali rencana anggaran biaya (RAB) sekaligus melakukan evaluasi terhadap desain yang telah disiapkan sebelumnya.

"Kami masih menunggu hasil revisi RAB dan perencanaannya. Nanti akan diketahui apakah kebutuhan anggarannya sekitar Rp100 miliar, Rp200 miliar, atau berapa nilai akhirnya," ujarnya.

Baca Juga: Petani Jagung Bulukumba Mulai Dikenalkan Teknologi Smart Corn Planting

Amin mengakui konsep Jembatan Kembar Barombong yang selama ini direncanakan juga berpotensi mengalami perubahan apabila hasil evaluasi menunjukkan desain baru lebih efektif dari sisi teknis maupun pembiayaan.

"Bisa saja desainnya berubah. Untuk saat ini memang sedang dilakukan desain ulang oleh Pemerintah Provinsi," katanya.

Meski demikian, ia memastikan pembangunan Jembatan Barombong tetap menjadi prioritas pemerintah karena keberadaannya dinilai sangat dibutuhkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan selatan Kota Makassar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulsel, Andi Ihsan mengatakan pemerintah tidak menghentikan rencana pembangunan Jembatan Barombong meski belum dapat dibiayai melalui Inpres Jalan Daerah.

Ia menegaskan proyek tersebut tetap akan diupayakan melalui skema pendanaan kolaboratif yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulsel, dan Pemerintah Kota Makassar.

Jika sebelumnya pembangunan sulit masuk dalam usulan Inpres Jalan Daerah karena kebutuhan anggarannya terlalu besar, pemerintah kini tengah mencari sumber pembiayaan lain agar proyek tetap dapat berjalan.

Load More