- Sejumlah Ketua DPD II Partai Golkar Sulawesi Selatan mengalihkan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin dalam Musda mendatang.
- Perubahan arah dukungan terjadi setelah DPP Partai Golkar menerbitkan surat diskresi khusus bagi Ilham Arief Sirajuddin.
- Dinamika politik semakin intens karena kubu Munafri Arifuddin tetap mempertahankan dukungan suara dari pemilik hak pilih lainnya.
Meski demikian, kubu Appi memastikan dukungan mereka belum goyah.
Ketua DPD II Golkar Takalar, Zulkarnain Arief menegaskan surat diskresi yang diterima IAS hanya memberikan kesempatan untuk mendaftar sebagai bakal calon.
Ia menjelaskan penentuan Ketua Golkar Sulsel tetap berada di tangan pemilik suara dalam Musda.
"Yang menentukan tetap pemilik suara dalam Musda. Pilihan kami tetap Pak Appi menjadi Ketua Golkar Sulsel," tegasnya.
Sikap serupa disampaikan Ketua DPD II Golkar Gowa, Ambas Syam. Ia memastikan dukungan yang telah diberikan kepada Appi tetap berlaku dan tidak berubah meski IAS telah memperoleh diskresi dari DPP.
IAS sendiri mengklaim telah mengantongi dukungan dari 15 pemilik suara setelah melakukan konsolidasi bersama para Ketua DPD II.
"Yang sudah menyampaikan sikap dan memberikan rekomendasi dukungan ada 15 pemilik suara," kata mantan Wali Kota Makassar itu saat dihubungi, Selasa, 30 Juni 2026.
Diskresi yang diterima IAS dari DPP Golkar pada 24 Juni lalu memang membuka jalan baginya mengikuti bursa calon Ketua DPD I Golkar Sulsel. Namun, surat tersebut bukan berarti otomatis mengantarkannya menjadi peserta Musda.
Dalam surat diskresi itu, DPP tetap mewajibkan IAS memenuhi syarat minimal dukungan sebagaimana diatur dalam Juklak Nomor 02 Tahun 2025.
Baca Juga: 21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
Dengan komposisi 30 pemilik suara, IAS sedikitnya harus mengantongi dukungan 30 persen atau minimal sembilan suara agar dapat ditetapkan sebagai calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
DPP juga memberikan tenggat waktu sekitar dua pekan untuk memenuhi syarat tersebut. Jika gagal memperoleh dukungan sesuai ketentuan, diskresi yang telah diberikan berpotensi dicabut kembali.
Situasi ini membuat peta persaingan menuju Musda Golkar Sulsel semakin dinamis. Jika sebelumnya Appi terlihat mendominasi dukungan DPD II, kini kubu IAS mulai menunjukkan tanda-tanda mampu menggerus basis dukungan tersebut.
Perebutan suara pemilik hak pilih diperkirakan akan semakin intens menjelang penetapan calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?