Muhammad Yunus
Selasa, 30 Juni 2026 | 16:27 WIB
Ilham Arief Sirajuddin mendapatkan dukungan dari sejumlah DPD II Golkar yang sebelumnya mendukung Munafri Arifuddin dalam Musda Golkar Sulsel [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Sejumlah Ketua DPD II Partai Golkar Sulawesi Selatan mengalihkan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin dalam Musda mendatang.
  • Perubahan arah dukungan terjadi setelah DPP Partai Golkar menerbitkan surat diskresi khusus bagi Ilham Arief Sirajuddin.
  • Dinamika politik semakin intens karena kubu Munafri Arifuddin tetap mempertahankan dukungan suara dari pemilik hak pilih lainnya.

SuaraSulsel.id - Peta pertarungan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai bergeser.

Sejumlah Ketua DPD II yang sebelumnya menyatakan dukungan kepada Munafri Arifuddin (Appi), kini terlihat merapat ke bakal calon lain, Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Perubahan arah dukungan itu mengemuka setelah beredarnya foto konsolidasi yang digelar di kediaman IAS, Minggu, 28 Juni 2026 lalu.

Sejumlah Ketua DPD II Golkar hadir bersama IAS, meski sebelumnya nama mereka tercatat sebagai pendukung Appi.

Mereka di antaranya Ketua DPD II Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara, Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, Ketua Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong, Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso (RMB).

Lalu, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua Golkar Maros Suhartina Bohari, Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin, serta Sekretaris Golkar Bulukumba Arkam. Dari Golkar Sidrap, Sekretaris DPD II Ahmad Shalihin Halim juga mengutus perwakilan.

Padahal, sebagian besar nama tersebut sebelumnya diketahui telah menyerahkan surat rekomendasi dukungan kepada Appi.

Ilham Arief Sirajuddin mendapatkan dukungan dari sejumlah DPD II Golkar yang sebelumnya mendukung Munafri Arifuddin dalam Musda Golkar Sulsel [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah perubahan sikap Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara. Beberapa hari sebelumnya, Victor bahkan masih memastikan dukungan kepada Appi tidak bergeser.

"Kalau ada yang keluarkan rekomendasi lagi berarti tidak sah. Itu berdasarkan Juklak 02/2025," katanya saat itu.

Baca Juga: 21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?

Namun, dinamika politik berubah setelah Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia memberikan surat diskresi kepada IAS untuk mengikuti Musda Golkar Sulsel.

Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak mengakui dirinya juga semula berada di barisan pendukung Appi. Namun, setelah diskresi diterbitkan DPP, ia memilih mengambil sikap berbeda.

Kaswadi menilai penyerahan diskresi secara langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar didampingi Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum, dan jajaran wakil ketua umum memiliki makna politik yang kuat.

"Itu hal yang sangat luar biasa. Tidak lazim diskresi diserahkan langsung oleh ketua umum," ujarnya.

Bupati Soppeng itu menyebut dinamika seperti ini bukan hal baru di tubuh Partai Golkar.

"Saya sudah lama di Golkar. Dinamikanya memang seperti itu. Kita bisa membaca tanda-tanda yang perlu disikapi, tidak perlu dijelaskan secara vulgar," katanya.

Load More