- Kepala Dinas Kominfo SP Sulbar mengajak para ayah membentengi anak dari pengaruh buruk algoritma digital saat peringatan Harganas di Mamuju.
- Ketiadaan peran aktif ayah di rumah memicu anak mencari pelarian di dunia maya yang berdampak pada masalah sosial remaja.
- Pemerintah Provinsi Sulbar mendorong orang tua meningkatkan pengawasan dan kedekatan emosional untuk membentuk karakter anak menuju Indonesia Emas 2045.
SuaraSulsel.id - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo SP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Ridwan Djafar mengajak para ayah di daerah itu agar dapat membentengi anak-anak mereka dari algoritma.
"Di era yang serba cepat dan tak pasti ini, peran aktif ayah menjadi benteng paling krusial untuk menyelamatkan moral dan masa depan generasi muda Sulbar dari ancaman algoritma dunia maya," kata Ridwan Djafar, di Mamuju, Senin (29/6).
Ridwan menyampaikan itu pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33, yang dilaksanakan Pemprov Sulbar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar.
Peringatan Herganas tahun ini mengangkat tema 'Ayah Wajib Hadir', menurut Ridwan, menjadi penegasan bahwa teknologi digital bagaikan pisau bermata dua yang bisa berbalik merusak mental anak jika orang tua absen mengawasi.
"Hari ini kita melihat fenomena di mana gawai sering kali mengambil alih peran orang tua. Kita tidak boleh membiarkan pola pikir, moral dan masa depan anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital yang tidak bermoral," ujarnya.
Ruang digital, menurut dia, harus diwaspadai agar tidak merusak mental generasi muda Sulbar.
Ia menyoroti ancaman nyata fenomena fatherless country, sebuah kondisi miris di mana ayah ada secara fisik di rumah, namun jiwanya absen secara psikologis dari kehidupan anak.
Kekosongan perhatian dan kasih sayang dari seorang ayah inilah yang kerap melempar anak-anak pada pelarian semu di dunia maya, yang memicu rentetan masalah sosial seperti perundungan (bullying), tawuran, hingga narkoba.
Ridwan mengajak para ayah untuk mengambil peran penuh di rumah, membatasi waktu layar (screen time), dan kembali membangun kedekatan emosional demi menyiapkan mental anak menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Kembalikan Puluhan Ribu Anak ke Sekolah, Inovasi Andi Sudirman Jadi 'Blueprint' Nasional
"Bangun dialog yang hangat, dan batasi waktu layar anak-anak kita pada hal-hal yang produktif saja. Jangan sampai meja makan kita sunyi hanya karena semua sibuk menatap layar masing-masing," jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga di Sulbar menjadikan momentum peringatan Harganas sebagai awal perubahan untuk memperkuat karakter dan mental anak langsung dari dalam rumah.
"Mari kita jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman, sehat, cerdas dan dirindukan oleh anak. Dengan komitmen bersama membatasi dampak negatif dunia digital, kita dapat melahirkan generasi pemenang yang bermoral dan bermental baja," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendampingi dan mengawasi anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut dia, penggunaan telepon genggam yang tidak diawasi dapat memberikan dampak negatif karena berbagai informasi yang belum layak dikonsumsi anak-anak, dapat dengan mudah diakses melalui gawai.
"Kalau penggunaan HP tidak kita atur, maka ini bisa membawa dampak yang kurang baik karena berbagai informasi dapat diterima oleh anak-anak kita yang mungkin belum memiliki kemampuan untuk memilah, mana yang baik dan mana yang tidak," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Unhas Pecat Mahasiswa Kehutanan Pelaku Pelecehan Seksual
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
BRI dan BRI Finance Perkuat Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo 2026
-
Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup
-
Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI