- Antrean panjang truk dan bus terjadi di sejumlah SPBU Kota Makassar sejak satu bulan terakhir hingga 29 Juni 2026.
- Kondisi antrean BBM subsidi tersebut memicu konflik horizontal di masyarakat serta menghambat produktivitas ekonomi dan waktu istirahat para sopir.
- Pertamina mengklaim pasokan aman dan telah menambah suplai, namun distribusi dinilai belum efektif karena antrean masih terus terjadi.
Di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, seorang petugas SPBU dilaporkan terlibat aksi pemukulan terhadap pengendara yang emosi karena tidak memperoleh BBM.
Sementara di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, seorang pria mengacungkan senjata tajam dan mengancam pengendara lain karena tidak ingin mengantre terlalu lama.
Aksi tersebut memicu kepanikan hingga warga mengejar dan melempari pelaku.
Dua peristiwa itu menjadi gambaran bagaimana antrean panjang di SPBU berpotensi berubah menjadi konflik terbuka ketika kesabaran masyarakat mencapai batasnya.
Di Makassar sendiri, meski belum terjadi insiden serupa, para sopir mengakui suasana antrean semakin tegang dari hari ke hari karena seluruh pengendara sama-sama diburu waktu untuk bekerja.
Pertamina Klaim Pasokan Aman
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok Biosolar di Makassar maupun Sulawesi Selatan dalam kondisi aman.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan distribusi Biosolar ke seluruh SPBU tetap berjalan sesuai kebutuhan.
"Kami terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok dan konsumsi harian di seluruh wilayah, serta menyiapkan langkah-langkah operasional apabila terjadi peningkatan permintaan pada titik-titik tertentu agar pasokan tetap terjaga," katanya.
Baca Juga: Efek Tekanan Ekonomi, Pengguna Dexlite dan Pertamina Dex Beralih ke Solar Subsidi
Untuk mengurai antrean, Pertamina mengaku telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari penambahan distribusi di wilayah dengan konsumsi tinggi, percepatan pengiriman ke SPBU strategis, memperkuat koordinasi dengan pengelola SPBU dan aparat terkait, hingga meningkatkan pengawasan di lapangan.
Sales Branch Manager II Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Ridho Hasbullah, juga menyebut pihaknya telah meningkatkan suplai Biosolar sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan penyaluran normal harian.
"Sebagai langkah antisipasi, kami telah menambah suplai sekitar 10-15 persen dari penyaluran normal harian," ujarnya.
Menurut Ridho, kondisi distribusi BBM di Sulawesi Selatan mulai berangsur normal dan terus dipantau secara berkala.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan antrean panjang masih menjadi pemandangan rutin di berbagai SPBU Kota Makassar.
Distribusi Dinilai Belum Efektif
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Unhas Cetak Wirausaha Baru, Ikan Pindang Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
-
Petani Jagung Bulukumba Mulai Dikenalkan Teknologi Smart Corn Planting
-
Emosi Mulai Memuncak di Antrean SPBU, Warga Baku Hantam dan Keluarkan Sajam
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Makassar, Tawarkan Promo Hunian, Kendaraan hingga Liburan Keluarga
-
Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah, Wali Kota Makassar: Semua Akan Dikonfrontasi