- DPP Partai Golkar menerbitkan surat diskresi pada 24 Juni 2026 untuk mengizinkan Ilham Arief Sirajuddin maju dalam Musda Sulsel.
- Ilham Arief Sirajuddin wajib mengumpulkan dukungan minimal sembilan suara dalam waktu dua pekan agar dapat resmi menjadi calon.
- Persaingan Musda Golkar Sulsel semakin ketat karena kubu Munafri Arifuddin mengklaim tetap solid memegang dukungan mayoritas pemilik suara daerah.
SuaraSulsel.id - Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memanas.
Setelah sempat tersisih akibat tak memenuhi syarat pencalonan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) akhirnya mendapat jalan masuk melalui surat diskresi yang diterbitkan DPP Partai Golkar.
Surat diskresi tersebut diterima IAS pada Rabu, 24 Juni 2026 sore. Namun, "tiket emas" dari DPP itu tidak diberikan tanpa syarat.
Dalam surat tersebut, DPP Golkar tetap mewajibkan IAS memenuhi dukungan minimal sebagaimana diatur dalam mekanisme pencalonan Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Artinya, mantan Wali Kota Makassar itu masih harus berburu dukungan pemilik suara agar dapat resmi bertarung dalam Musda Golkar Sulsel.
Dengan asumsi jumlah pemilik suara mencapai 30 suara, IAS setidaknya harus mengantongi dukungan 30 persen atau minimal sembilan suara.
Komposisi pemilik suara terdiri atas 24 DPD II kabupaten/kota, satu suara DPP Golkar, satu suara mantan Ketua DPD I, satu suara Dewan Pertimbangan DPD I, satu suara organisasi sayap, serta dua suara organisasi pendiri.
Bahkan jika IAS berhasil mengamankan seluruh suara non-DPD II, ia tetap membutuhkan tambahan sedikitnya empat dukungan dari DPD II untuk memenuhi syarat pencalonan.
Kesempatan itu tidak diberikan tanpa batas waktu. DPP disebut hanya memberikan waktu sekitar dua pekan bagi IAS untuk memenuhi syarat dukungan tersebut. Jika gagal, diskresi yang telah diberikan berpotensi dicabut kembali.
Baca Juga: Pertarungan Senior vs Muda di Golkar Sulsel: Siapa yang Akan Direstui Bahlil?
Kondisi ini membuat posisi IAS belum sepenuhnya aman. Diskresi memang membuka pintu pencalonan, tetapi belum otomatis mengantarkannya masuk gelanggang Musda.
Di internal Golkar Sulsel, keputusan DPP memberikan diskresi kepada IAS pun memunculkan berbagai tafsir.
Sebagian kader menilai langkah tersebut sebagai sinyal keberpihakan DPP kepada IAS di tengah kebuntuan pencalonan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Namun IAS memilih tidak banyak berkomentar.
"Itu kan urusannya DPP ya. Saya tegak lurus," kata IAS saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Juni 2026.
Meski demikian, IAS mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan