- Kebakaran rumah panggung di Desa Benteng Gajah, Maros, pada 18 Juni 2026 menyebabkan seorang balita meninggal dunia.
- Peristiwa yang diduga dipicu kebocoran tabung gas ini menghanguskan satu unit rumah serta satu unit sepeda motor.
- Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api setelah mengerahkan personel ke lokasi meski terkendala jarak tempuh yang jauh.
Ia mengungkapkan, saat kejadian ayah korban diketahui sedang menyaksikan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris melawan Kroasia.
Namun saat kobaran api membesar, keluarga lebih fokus menyelamatkan diri sehingga korban tidak sempat dievakuasi.
"Tidak sempat diselamatkan karena kondisi saat itu sudah panik kasihan," ujarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pencarian di dalam rumah dan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Baso Tajong mengatakan hasil pendataan awal menunjukkan kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran regulator tabung gas.
"Berdasarkan hasil pendataan awal, dugaan sementara akibat kebocoran regulator tabung gas," katanya.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Baso menjelaskan, material rumah yang didominasi kayu membuat api cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan dalam waktu singkat.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Serahkan Rp1 Miliar untuk Pemulihan RSUD Syekh Yusuf Gowa
Jufri juga mengakui proses penanganan kebakaran menghadapi kendala berupa jarak tempuh yang cukup jauh dari pos pemadam menuju lokasi kejadian.
Karena itu, pihaknya kembali menyoroti kebutuhan penambahan armada pemadam kebakaran untuk mempercepat respons di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat kota.
"Jarak dari sektor ke lokasi cukup jauh. Karena itu kami membutuhkan tambahan armada pemadam kebakaran," ujarnya.
Damkar Maros juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau.
Warga diminta rutin memeriksa kondisi regulator, selang, dan tabung gas di rumah masing-masing guna mencegah kebocoran yang dapat memicu kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca panas dapat mempercepat penyebaran api.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Warga Makassar, Saatnya Wujudkan Impian Punya Rumah dan Kendaraan Lewat BRI Consumer Expo 2026
-
Ayah Asyik Nonton Piala Dunia, Anak Tewas Terjebak Kebakaran
-
Mantan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Lawan Kejati: Kenapa Saya, Bukan Kepala Dinas?
-
Jeratan Rentenir di Tengah Krisis Iklim: Nasib Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
-
Viral Dentuman Musik Saat Disdik Sulsel Digeledah, Kepsek SMAN 25 Makassar Minta Maaf