Ilustrasi: Bayi laki-laki ditemukan hidup di dalam kardus di Desa Demuk, Tulungagung. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
- Manajemen RSUD Syekh Yusuf Gowa membantah tuduhan kelalaian atas kematian bayi Athar Ismail pada Minggu dini hari.
- Bayi berusia dua bulan tersebut masuk IGD dalam kondisi kritis akibat demam serta sesak napas berat.
- Pihak rumah sakit menyatakan telah menjalankan penanganan sesuai prosedur medis dan sistem rujukan terintegrasi yang berlaku.
"Kami tidak punya kewenangan (mempercepat), karena itu keweangan rumah sakit penerima. Kita tidak tahu faktor apa yang membuat lambat diterima. Ketika rumah sakit penerima meminta konfirmasi untuk dikirim, keadaan pasien sudah meninggal dunia," katanya.
Atas kejadian itu, pihak RSUD Syekh Yusuf tetap bersikukuh tidak ada kelalaian dalam kasus ini, dan menjalankan sesuai standar penanganan.
Sebab, semua sudah sesuai prosedur penanganan medis yang dilakukan tim medis di IGD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan