- Manajemen RSUD Syekh Yusuf Gowa membantah tuduhan kelalaian atas kematian bayi Athar Ismail pada Minggu dini hari.
- Bayi berusia dua bulan tersebut masuk IGD dalam kondisi kritis akibat demam serta sesak napas berat.
- Pihak rumah sakit menyatakan telah menjalankan penanganan sesuai prosedur medis dan sistem rujukan terintegrasi yang berlaku.
SuaraSulsel.id - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Gowa menanggapi kasus kematian seorang bayi bernama Athar Ismail berusia dua bulan.
Saat berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Sabtu (12/6) yang viral di media sosial terkait dugaan kelalaian dan minim pelayanan.
"Terkait dengan kejadian meninggalnya bayi Athar, itu sebenarnya sudah ditangani sesuai dengan SOP dan penanganan yang sesuai dengan kasus penyakitnya," ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf, Nur Wahyudi kepada wartawan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (15/6).
Dia menjelaskan korban awalnya masuk IGD pada Sabtu (12/6) malam pukul 20.30 WITA dengan kondisi kritis karena sakit demam tidak kunjung turun selama tiga hari.
Ia sempat mendapat perawatan di Puskesmas Barombong, selanjutnya di rujuk ke rumah sakit tersebut.
Di RSUD Syekh Yusuf korban sempat mendapatkan perawatan, tetapi kondisinya terus menurun dan akan dirujuk ke rumah sakit tipe A lainnya di Kota Makassar.
Namun takdir berkata lain, sebelum dirujuk bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (13/6) dini hari pukul 03.00 WITA.
Dalam video yang beredar, orang tua korban sempat histeris memeluk anaknya meninggal. Pihak keluarga korban menuding adanya kelalaian serta buruknya pelayanan rumah sakit tersebut, termasuk lambatnya proses rujukan ke rumah sakit besar.
Sementara itu, manajemen RSUD Syekh Yusuf membantah tuduhan ada kelalaian para medis dalam menangani pasien saat berada di ruang IGD.
Baca Juga: Berawal dari Desa Kanreapia Gowa, Jamaluddin Menginspirasi Indonesia
Menurut Wahyudi, dari laporan, kondisi bayi tersebut memang sejak awal masuk sudah kritis.
"Kondisi pasien dalam keadaan berat, menurut penyampaian dari tim dokter kami dan tim perawat. Dia datang dari rumah, dalam kondisi demam di hari keempat, disertai sesak berat, dan kondisi yang agak kuning pada seluruh tubuh," tuturnya.
Ia menjelaskan sejak awal penanganan medis telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP), mulai pemberian bantuan pernafasan, infus cairan serta obat-obatan melalui suntikan, sesuai protokol penangan pasien.
"Bahkan tim dokter sejak menit pertama tiba di IGD sudah dilibatkan. Dari hasil pemeriksaan setelah menilai kondisi terakhir korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit lain dengan layanan lebih memadai. Namun pada saat belum dirujuk, itu sudah meninggal dunia," katanya.
Terkait persoalan rujukan yang dinilai lambat diproses, ia berdalih sudah menjalankan sesuai sistem dengan memberikan rekomendasi rujukan menghubungi tiga rumah sakit tujuan melalui sistem rujukan terintegrasi (Sisrute), ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Islam Faisal dan RSUD Labuang Baji.
"Itu dalam keadaan masa kritis. Masih dalam penanganan yang belum stabil, kita tetap stabilkan, sementara proses pengajuan rujukan tetap berjalan saat itu. Tugas kami mengirim, dan penerimaan tergantung sistem yang ada di Sisrute, menunggu konfirmasi dari rumah sakit tujuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Diguncang 71 Kali Gempa Susulan, Pemkot Palu Tutup Jembatan Palu III
-
Heboh Isu Pesta Narkoba di Lapas Makassar, Ini Klarifikasi Ditjenpas Sulsel
-
6 Bulan Gaji 2.577 PPPK Paruh Waktu Sultra Baru Dicairkan
-
13 Kali Gempa Susulan Terjadi di Palu, Ini Imbauan Terbaru BNPB
-
Update Gempa Palu: Bangunan Rusak, Pasien Rumah Sakit Dievakuasi