- Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan melakukan evaluasi kinerja dan integritas ratusan kepala sekolah terkait temuan penyimpangan pengelolaan dana BOS.
- Ratusan kepala sekolah di Sulawesi Selatan mengundurkan diri setelah ditemukan indikasi pelanggaran aturan dan dugaan praktik cashback dana.
- DPRD Sulsel mendesak pemerintah memberikan penjelasan transparan terkait proses evaluasi tersebut agar tidak menimbulkan keresahan bagi publik.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Dinas Pendidikan Sulsel menggandeng Inspektorat Sulsel dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada berbagai regulasi, termasuk Permendikdasmen Nomor 7 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
Dalam proses pembahasan bersama tim evaluasi, ditemukan sejumlah indikasi yang masuk dalam kategori penyalahgunaan kewenangan. Namun, pemerintah tetap membuka ruang bagi kepala sekolah yang bersangkutan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Iqbal mengungkapkan bahwa para kepala sekolah diberikan dua opsi.
Pilihan pertama adalah mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah. Pilihan kedua adalah tetap bertahan dan mengikuti seluruh proses pemeriksaan yang akan dilakukan oleh tim terkait.
Menurut dia, terdapat perbedaan konsekuensi administratif dari kedua pilihan tersebut.
"Kalau diberhentikan karena pelanggaran berat pasti ada catatan. Tapi kalau permintaan sendiri, tidak ada catatan," katanya.
Pernyataan itu sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang terkait alasan di balik mundurnya ratusan kepala sekolah dalam waktu hampir bersamaan.
Fenomena tersebut juga menjadi sorotan DPRD Sulsel.
Baca Juga: Lulusan SMA Unggulan Makassar Jual Es Kopi Keliling: Kisah Wahyudi dan Mimpi yang Tertunda
Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Yariana Somalinggi menilai gelombang pengunduran diri kepala sekolah dalam jumlah besar merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan pendidikan Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan menjadi ruang spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat maupun dunia pendidikan.
"Ini baru pertama kalinya terjadi di dunia pendidikan, di mana banyak kepala sekolah tiba-tiba mengundurkan diri," kata Yariana.
Legislator Golkar itu menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Sulsel perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik mengenai proses evaluasi yang sedang berjalan.
Transparansi, kata dia, penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pendidikan, sekaligus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada hasil pemeriksaan dan aturan yang berlaku.
"Kami berharap ada penjelasan yang terbuka sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8
-
Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes