Muhammad Yunus
Rabu, 10 Juni 2026 | 12:47 WIB
Suporter PSM Makassar menyalakan flare dan masuk ke tengah lapangan usai laga melawan Persib Bandung di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu, 17 Mei 2026. Aksi protes terhadap performa tim musim ini berujung ricuh dan memicu kepanikan [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda total Rp380 juta kepada PSM Makassar akibat kericuhan laga melawan Persib Bandung.
  • Pelanggaran suporter di Stadion Gelora BJ Habibie meliputi penyalaan flare, pelemparan botol, hingga invasi lapangan pertandingan.
  • PSM Makassar dilarang menghadirkan penonton dalam dua laga kandang serta harus menutup tribun sepanjang musim kompetisi mendatang.

Atas pelanggaran tersebut, PSM dijatuhi sanksi tambahan berupa larangan menggelar pertandingan dengan kehadiran penonton selama dua laga kandang pada musim kompetisi 2026/2027.

Selain itu, Tribun Selatan Stadion Gelora BJ Habibie juga harus ditutup selama satu musim penuh pada kompetisi yang diikuti PSM musim depan.

Serangkaian hukuman tersebut menjadi pukulan telak bagi klub yang selama ini dikenal memiliki basis suporter fanatik dan selalu memenuhi stadion saat laga kandang.

Manajemen PSM Makassar dalam pernyataan resminya mengakui bahwa sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI memberikan kerugian yang sangat besar bagi klub, baik dari sisi finansial maupun administratif.

"Sanksi-sanksi atas pelanggaran disiplin tersebut memberikan dampak kerugian yang sangat besar, baik itu dalam bentuk denda materiil maupun sanksi administratif," tulis manajemen PSM, Rabu, 10 Juni 2026.

Manajemen juga mengajak seluruh elemen pendukung klub untuk menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi bersama agar tidak terulang di masa mendatang.

"Kejadian ini sudah seharusnya menjadi bahan refleksi untuk kita bersama untuk saling introspeksi diri dan berbenah menatap musim yang akan datang. Mari jadikan stadion tempat yang aman dan nyaman untuk siapa pun," lanjut pernyataan tersebut.

Kericuhan yang berujung sanksi berat itu bermula pada laga PSM kontra Persib Bandung yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu, 17 Mei 2026 lalu.

Dalam pertandingan tersebut, PSM harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2.

Baca Juga: Comeback! Darije Kalezic Selangkah Lagi Kembali Menukangi PSM Makassar

Persib lebih dulu unggul melalui Tom Haye pada menit ke-33 sebelum Yuran Fernandes menyamakan kedudukan untuk PSM pada menit ke-54.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Persib justru mencetak gol kemenangan lewat Julio Cesar pada menit ke-90+5.

Kekalahan dramatis di menit-menit akhir itu memicu kekecewaan sebagian penonton. Beberapa saat setelah wasit Asker Nazhafaliev meniup peluit panjang, sejumlah suporter dilaporkan masuk ke lapangan.

Dalam tayangan siaran langsung, terlihat flare dan kembang api dinyalakan dari berbagai sudut stadion. Bahkan beberapa kembang api tampak mengarah ke area tempat pemain Persib berada.

Situasi yang semakin tidak terkendali membuat sejumlah pemain Persib berlari menuju ruang ganti untuk menghindari potensi gangguan keamanan.

Padahal laga tersebut juga dihadiri ratusan pendukung Persib, baik dari kelompok Bobotoh maupun Viking, yang datang langsung ke Parepare untuk mendukung tim kesayangannya.

Load More