Muhammad Yunus
Selasa, 09 Juni 2026 | 20:16 WIB
Gagasan menjadikan Kelurahan Lakkang sebagai kawasan ekowisata terpadu di tengah Kota Makassar [SuaraSulsel.id/AI]
Baca 10 detik
  • Ispikani Sulsel menginisiasi pengembangan Kelurahan Lakkang, Makassar, menjadi kawasan ekowisata mangrove terpadu berbasis konservasi serta pemberdayaan masyarakat lokal.
  • Pengembangan kawasan seluas 300 hektare ini bertujuan mengintegrasikan wisata alam, edukasi lingkungan, dan penguatan ekonomi melalui sektor perikanan.
  • Pelatihan pengolahan hasil perikanan bagi warga lokal dilakukan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Menurutnya, ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) merupakan pelaku utama dalam pengolahan hasil perikanan yang dapat menjadi penggerak ekonomi keluarga maupun kawasan wisata.

"Kegiatan Workshop Bandeng Cabut Duri di Lakkang merupakan langkah awal yang baik karena melibatkan ibu-ibu pengolah yang tergabung dalam Poklahsar binaan Penyuluh Perikanan Kota Makassar. Mereka adalah pelaku utama dalam pengembangan usaha berbasis rumah tangga," ujarnya.

Rahma berharap kolaborasi yang telah terbangun antara pemerintah, penyuluh perikanan, kelompok masyarakat, dan Ispikani Sulsel dapat terus diperkuat sehingga cita-cita menjadikan Lakkang sebagai destinasi eduwisata unggulan Kota Makassar segera terwujud.

Dengan perpaduan potensi mangrove, tambak, produk olahan perikanan, serta dukungan masyarakat lokal, Lakkang dinilai memiliki peluang besar menjadi ikon baru wisata berbasis lingkungan.

Mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam di tengah pesatnya perkembangan Kota Makassar.

Load More