Muhammad Yunus
Selasa, 09 Juni 2026 | 12:18 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem [Antara]
Baca 10 detik
  • BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan mulai 10 hingga 12 Juni 2026.
  • Potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang berisiko memicu bencana hidrometeorologi di berbagai kabupaten dan kota.
  • Masyarakat dan pelaku pelayaran diimbau waspada terhadap dampak cuaca buruk serta memantau informasi resmi BMKG secara berkala.

SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dalam tiga hari ke depan.

Meski sebagian daerah telah memasuki musim kemarau, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi dan dapat disertai petir serta angin kencang.

Kepala BMKG Sulawesi Selatan, Nasrol Adil mengatakan kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Sulsel.

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

"Walaupun beberapa wilayah sudah memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih teramati di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan," kata Nasrol, Selasa, 9 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Rabu, 10 Juni 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Bone, Bulukumba, Kepulauan Selayar, dan Sinjai.

Sementara pada Kamis, 11 Juni 2026, cakupan wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas. Hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Bone, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Makassar, Maros, Palopo, Parepare, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sinjai, Takalar, dan Wajo.

Pada hari yang sama, BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk wilayah dengan potensi hujan sangat lebat, yakni Kabupaten Enrekang, Luwu, Luwu Utara, dan Pinrang.

Kemudian pada Jumat, 12 Juni 2026, hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Bone, Luwu Timur, Palopo, Sidrap, Sinjai, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Ruas Jalan Strategis, Perkuat Konektivitas Antarwilayah

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan sangat lebat meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Pinrang.

Tak hanya hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di wilayah selatan Sulawesi Selatan dengan kecepatan mencapai lebih dari 25 knot.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan maupun pelayaran.

"Untuk nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan gelombang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran," ujar Nasrol.

Menurut BMKG, hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari genangan, banjir lokal, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur ringan seperti baliho dan papan reklame yang roboh.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Pengendara kendaraan bermotor juga diimbau mengantisipasi jarak pandang yang berkurang saat hujan deras serta potensi gangguan perjalanan akibat cuaca buruk.

Load More