- BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan mulai 10 hingga 12 Juni 2026.
- Potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang berisiko memicu bencana hidrometeorologi di berbagai kabupaten dan kota.
- Masyarakat dan pelaku pelayaran diimbau waspada terhadap dampak cuaca buruk serta memantau informasi resmi BMKG secara berkala.
SuaraSulsel.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dalam tiga hari ke depan.
Meski sebagian daerah telah memasuki musim kemarau, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi dan dapat disertai petir serta angin kencang.
Kepala BMKG Sulawesi Selatan, Nasrol Adil mengatakan kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Sulsel.
Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
"Walaupun beberapa wilayah sudah memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih teramati di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan," kata Nasrol, Selasa, 9 Juni 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Rabu, 10 Juni 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Bone, Bulukumba, Kepulauan Selayar, dan Sinjai.
Sementara pada Kamis, 11 Juni 2026, cakupan wilayah yang berpotensi diguyur hujan semakin meluas. Hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Bone, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu Timur, Makassar, Maros, Palopo, Parepare, Sidenreng Rappang (Sidrap), Sinjai, Takalar, dan Wajo.
Pada hari yang sama, BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk wilayah dengan potensi hujan sangat lebat, yakni Kabupaten Enrekang, Luwu, Luwu Utara, dan Pinrang.
Kemudian pada Jumat, 12 Juni 2026, hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Bone, Luwu Timur, Palopo, Sidrap, Sinjai, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Ruas Jalan Strategis, Perkuat Konektivitas Antarwilayah
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan sangat lebat meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Pinrang.
Tak hanya hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di wilayah selatan Sulawesi Selatan dengan kecepatan mencapai lebih dari 25 knot.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan maupun pelayaran.
"Untuk nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan gelombang yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran," ujar Nasrol.
Menurut BMKG, hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari genangan, banjir lokal, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur ringan seperti baliho dan papan reklame yang roboh.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Pengendara kendaraan bermotor juga diimbau mengantisipasi jarak pandang yang berkurang saat hujan deras serta potensi gangguan perjalanan akibat cuaca buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Pegawai Pemkab Gowa Curhat Gaji Telat: Buat Beli Susu Saja Susah!
-
Harta Rp16,1 Miliar, Anggota DPR RI Eva Rataba Tercatat Sebagai Penerima Bansos
-
Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!
-
Unhas Selidiki Dugaan Kekerasan dan Intimidasi Mahasiswa MIPA
-
Gas 3 Kg Langka dan Mahal, Pertamina Malah Bilang Begini