- BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan mulai 10 hingga 12 Juni 2026.
- Potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang berisiko memicu bencana hidrometeorologi di berbagai kabupaten dan kota.
- Masyarakat dan pelaku pelayaran diimbau waspada terhadap dampak cuaca buruk serta memantau informasi resmi BMKG secara berkala.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau bangunan yang rapuh ketika hujan disertai petir dan angin kencang.
Aktivitas di ruang terbuka sebaiknya dibatasi apabila kondisi cuaca memburuk.
Nasrol menambahkan bahwa masyarakat di wilayah yang telah memasuki musim kemarau tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan akibat meningkatnya paparan sinar matahari pada siang hari.
Masyarakat disarankan menggunakan pelindung atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan serta menjaga kecukupan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi, kelelahan, dan dampak kesehatan lainnya.
Ia menegaskan bahwa musim kemarau tidak berarti hujan akan berhenti sepenuhnya. Hujan masih dapat terjadi, terutama ketika kondisi atmosfer masih cukup lembap dan mendukung pembentukan awan hujan.
"Perlu dipahami bahwa musim kemarau dan masa peralihan bukan berarti tidak ada hujan. Cuaca masih dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat tetap harus waspada dan rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG," katanya.
BMKG berharap masyarakat dapat menjadikan informasi prakiraan cuaca sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan berbagai aktivitas, baik perjalanan darat, laut, maupun udara.
Kewaspadaan juga diperlukan bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan luar ruangan, termasuk olahraga, wisata, dan aktivitas sosial lainnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Ruas Jalan Strategis, Perkuat Konektivitas Antarwilayah
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi
-
Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini
-
Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama
-
Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi
-
Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan