Muhammad Yunus
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:16 WIB
Pengunjung membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di ritel modern, Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (8/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Badan Pangan Nasional memastikan harga beras SPHP tidak naik pada Mei 2026 meskipun kurs dolar AS sedang mengalami fluktuasi.
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi sebesar Rp4,97 triliun untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan beras bagi seluruh masyarakat Indonesia.
  • Kebijakan distribusi beras SPHP diperluas dengan menambah batas maksimal pembelian mitra Bulog guna menjamin kelancaran pasokan di pasaran.

"Artinya jangan sampai kosong, pedagang dapat lebih mudah, stoknya selalu tetap ada," tambah Maino.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia telah mencapai swasembada beras serta memberi sinyal peringatan kepada mafia pangan yang masih memainkan harga dan menciptakan anomali di pasaran.

Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perul Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah, yang menjadi instrumen penting menjaga stabilitas harga beras, salah satunya melalui program SPHP.

Load More