Muhammad Yunus
Selasa, 26 Mei 2026 | 10:59 WIB
Ilustrasi: Paskibraka Jawa Tengah saat dikukuhkan di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, 15 Agustus 2025. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Purna Paskibraka Indonesia Kota Makassar melaporkan dugaan kecurangan dalam seleksi calon Paskibraka Sulawesi Selatan tahun 2026 yang berlangsung tertutup.
  • Panitia dituding melakukan proses penentuan akhir secara subjektif tanpa transparansi nilai kepribadian serta mengabaikan mekanisme pemeringkatan aplikasi resmi BPIP.
  • Peserta unggulan seperti Cathlyn Yvaine Lesmana digantikan secara mendadak oleh kandidat lain tanpa alasan jelas dan dasar regulasi yang sah.

Kejanggalan berikutnya disebut terjadi pada hari terakhir seleksi di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

Seluruh pendamping resmi dari kabupaten/kota sempat diminta meninggalkan ruangan tanpa penjelasan rinci.

Padahal sebelumnya mereka telah diberikan akses resmi berupa id card panitia.

Situasi itu memicu kecurigaan karena pintu ruangan kemudian ditutup rapat dan dijaga ketat.

Pendamping dan supporter peserta mulai gaduh karena merasa ada proses yang dilakukan secara tertutup tanpa pengawasan.

4. Diduga Ada Pantukhir Tertutup di Luar Mekanisme

PPI Makassar menilai panitia melakukan proses pantukhir atau penentuan tahap akhir secara tertutup.

Padahal menurut mereka, berdasarkan SE BPIP Nomor 1 Tahun 2025, penentuan hasil akhir seharusnya dilakukan melalui pemeringkatan nilai dalam aplikasi Transparansi Paskibraka.

Namun dalam praktiknya, peserta disebut kembali diseleksi secara visual, mulai dari postur tubuh, tinggi badan, hingga kemampuan berbahasa daerah.

Baca Juga: Dugaan Diskriminasi Seleksi Paskibraka Nasional, Wali Kota Makassar: Jangan Rusak Mental Anak-Anak

PPI Makassar menilai metode tersebut tidak diatur dalam regulasi resmi.

5. Peserta Disebut Diseleksi Berdasarkan Penampilan Fisik

Dalam kronologi yang disampaikan, panitia disebut memanggil peserta satu per satu ke depan panggung untuk diperiksa secara visual.

Peserta kemudian ditanya tinggi dan berat badan sambil diamati posturnya.

Seleksi bahkan disebut berlanjut dengan pemeriksaan telapak kaki untuk melihat kondisi flat foot, meski peserta sebelumnya sudah dinyatakan lolos tes kesehatan.

"Seharusnya pemeriksaan fisik selesai di hari pertama," tulis PPI Makassar.

Load More