Muhammad Yunus
Senin, 25 Mei 2026 | 15:14 WIB
Akun resmi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar mengunggah pernyataan tertulis yang diduga bentuk respons terhadap proses seleksi Paskibraka di tingkat Pemprov Sulsel [SuaraSulsel.id/Akun instagram dppikotamakassar]
Baca 10 detik
  • Akun Instagram DPPI Kota Makassar merespons polemik pergantian peserta seleksi Paskibraka tingkat pusat di Sulawesi Selatan.
  • Cathlyn Yvaeni Lesmana digantikan Keisha Ratu Utami meskipun sempat mencatat nilai tes akademik yang sangat tinggi.
  • Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul, membantah adanya diskriminasi dan menyatakan proses seleksi dilakukan secara objektif oleh tim pusat.

SuaraSulsel.id - Akun resmi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar mengunggah pernyataan tertulis yang diduga bentuk respons terhadap proses seleksi Paskibraka di tingkat Pemprov Sulsel.

Lewat akun instagram @dppikotamakassar ditulis, sebagai Duta Pancasila, kami senantiasa teguh dan konsisten dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila di setiap waktu dan dalam setiap lingkungan pengabdian.

Segala bentuk diskriminasi dan rasisme merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, persatuan, serta keadilan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu, perilaku demikian tidak boleh diberi ruang untuk tumbuh maupun berkembang, khususnya dalam lingkungan "Pembentukan Paskibraka" yang menjunjung tinggi integritas, persaudaraan, dan semangat kebhinekaan.

"Salam Pancasila! Salam DPPI SMART!" tulis akun tersebut

Unggahan tulisan itu diduga reaksi atas keputusan panitia seleksi Paskibraka tingkat Pemprov Sulsel.

Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Sulawesi Selatan menjadi sorotan publik.

Hal itu menyusul dianulirnya Cathlyn Yvaeni Lesmana, anggota Paskibra asal Kota Makassar, sebagai calon Paskibraka tingkat pusat.

Siswi SMA Cerdas Bangsa tersebut disebut dicoret dan posisinya digantikan oleh siswi SMAN 1 Jeneponto, Keisha Ratu Utami.

Baca Juga: Hadiah Beasiswa dan Liburan ke Bali untuk Paskibraka Makassar

Di media sosial, muncul berbagai spekulasi terkait alasan pergantian tersebut. Termasuk isu bahwa Cathlyn satu-satunya peserta Tionghoa dan dianggap tidak mampu berbahasa daerah.

Cathlyn sebelumnya diusulkan Pemerintah Kota Makassar bersama lima peserta lainnya.

Mereka terdiri atas tiga putra dan tiga putri, yakni Gaishan Putra Asrul dari SMAN 2 Makassar, Abdul Rahim Ramadhan dari SMAN 21 Makassar, Muhammad Farid Alfarabi dari SMAN 5 Makassar, Meivylicha Putri Aurelia Kamal dari SMAN 3 Makassar, serta Putri Maharani dari SMAN 2 Makassar.

Dalam tahapan seleksi, Cathlyn mencatat nilai yang cukup tinggi.

Pada tes Wawasan Kebangsaan (PWK), ia memperoleh nilai sempurna 100, sementara Tes Intelegensi Umum (TIU) mencapai 95. Namun, hasil itu belum cukup mengantarkannya menjadi wakil Sulsel ke tingkat nasional.

Pergantian tersebut kemudian memicu perbincangan di media sosial. Sebab, peserta pengganti disebut tidak berada dalam daftar 10 besar hasil seleksi.

Load More