- Polisi mengamankan dua penjual sate berinisial MO dan MA karena diduga melakukan pelecehan verbal terhadap empat siswi SMP.
- Insiden terjadi di Jalan Andi Mangerangi, Makassar, pada Jumat malam setelah pelaku mengabaikan teguran keluarga korban atas perbuatannya.
- Warga yang marah sempat mengeroyok kedua pelaku serta merusak gerobak dagangan sebelum polisi melakukan evakuasi ke kantor kepolisian.
SuaraSulsel.id - Polisi mengamankan dua pria penjual sate dari amuk warga, setelah sebelumnya diduga melecehkan empat anak remaja perempuan di Jalan Andi Mangerangi, Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Ada dua orang penjual sate yang diamuk massa, semalam (22/5). Setelah menerima informasi dari masyarakat ada kejadian, tim langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) mengamankan kedua orang terduga pelaku ini," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanalate Iptu Abdul Latif saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu (23/5).
Dua penjual sate itu masing-masing inisial MO usai 25 tahun dan MA usia 20 tahun. Sedangkan korbannya empat anak perempuan berstatus siswi Sekolah Menengah Pertama atau SMP.
Awal kejadian, dua pelaku ini dilaporkan korbannya atas dugaan pelecehan seksual secara verbal dengan kata-kata tidak senonoh.
Mendengar laporan itu, warga mendatangi lokasi jualan mereka di Jalan Andi Mangerangi, pada Jumat (22/5) malam sekitar pukul 22.00 WITA.
Seratusan warga beserta keluarga korban sempat mengeroyok keduanya bahkan merusak gerobak dagangan sate hingga hancur. Karena tersulut emosi mendengar pelecehan tersebut.
Alasan korban sering digoda pelaku saat melintas di lokasi jualan dengan kata-kata tidak senonoh. Bahkan sebulan sebelum kejadian, terduga pelaku sempat menyampaikan pelecehan senada.
Atas serangan itu, para pelaku ini babak belur dan nyaris tewas dipukuli. Beruntung, ada orang menghalau aksi main hakim sendiri itu.
Hingga tim patroli Polsek Tamalate tiba di lokasi mengamankan pelaku.
Baca Juga: Polisi Bongkar Jalur Sabu Malaysia-Makassar, Residivis Kembali Ditangkap
"Korban ini sering digoda begitu, lalu melapor ke keluarganya. Kurang lebih sebulan seperti itu (sering mengoda). Keluarga sudah menyampaikan kepada pelaku agar tidak seperti itu," katanya.
Keempat siswa yang selalu diganggu itu usianya sekitar 12 tahun sampai 13 tahun.
Teguran keluarga tidak digubris oleh para pelaku dan malah mengulanginya.
"Sudah ditegur, disampaikan ke pelaku ini, jangan begitu lagi sama anak-anak. Tapi sepertinya tidak diindahkan, malah ngelunjak. Puncaknya tadi malam didatangi warga, lalu dipukuli," katanya.
Kedua pelaku kini diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus tersebut.
"Sekarang sudah di PPA Polres untuk diperiksa penyidik," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Dua Kali Dipecat, Dua Kali Lolos: Keajaiban Banding Bripda Fauzan Jadi Sorotan
-
BRI Peduli Hadirkan Peluang Baru bagi Kelompok Usaha Wanita Lewat Komoditas Pala
-
54 Ribu Ibu Hamil di Sulsel Minum MMS Serentak, Apa Manfaatnya?
-
Tender Stadion Untia Makassar Rp350 Miliar Dibuka
-
Dipaksa Isap Vape Berisi Narkoba, Eks Santri Ini Bikin Komik 'Safe Space'