- Polrestabes Makassar membongkar jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia dengan menangkap tujuh tersangka di Sulawesi Selatan, Jakarta, dan Riau.
- Polisi menyita enam kilogram sabu senilai Rp12,1 miliar yang diduga akan diedarkan oleh para pelaku residivis narkotika.
- Operasi pengembangan sejak Januari hingga Mei 2026 ini berhasil mencegah peredaran sabu yang dapat merusak 36 ribu jiwa.
"Sabu satu kilogram yang dibeli di Makassar ini didapat di Kecamatan Panakkukang, tepatnya di Apartemen Vida View. Barang itu rencananya akan diedarkan," kata Lulik.
Dari hasil pemeriksaan para tersangka di Makassar, polisi kembali menelusuri jalur distribusi narkotika tersebut hingga ke Pekanbaru, Riau.
Tim Satresnarkoba Polrestabes Makassar kemudian bergerak langsung melakukan pengejaran. Lulik mengaku dirinya turut memimpin langsung operasi penangkapan di Riau.
"Satresnarkoba mengejar pelaku sampai ke Pekanbaru, Riau. Kebetulan saya sendiri yang berangkat dan tertangkaplah kurirnya," ujarnya.
Di Pekanbaru, polisi menangkap tiga tersangka sekaligus bersama barang bukti terbesar dalam kasus ini, yakni lima kilogram sabu.
"Kurirnya tertangkap dengan barang bukti sebanyak lima kilogram. Di Riau itu ada tiga orang yang diamankan," lanjutnya.
Polisi menduga jaringan tersebut telah lama beroperasi dan memiliki jalur distribusi lintas daerah. Bahkan beberapa tersangka diketahui merupakan residivis kasus narkotika yang sudah berulang kali keluar masuk penjara sejak 2018.
Meski pernah menjalani hukuman, mereka disebut tetap kembali menjalankan bisnis haram tersebut.
"Beberapa tersangka ini residivis dan sudah beroperasi sejak 2018. Mereka keluar masuk penjara dan sekarang tertangkap lagi," kata Lulik.
Selain itu, polisi juga mengklaim berhasil menekan potensi kerugian negara akibat dampak penyalahgunaan narkotika yang diperkirakan mencapai Rp109 miliar.
"Kita berupaya untuk selalu mengungkap jaringan narkotika dengan menyita barang bukti yang banyak supaya tidak tersebar. Negara juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk rehabilitasi korban narkoba," ujarnya.
Saat ini seluruh tersangka telah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Mereka dijerat Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 609 Ayat 2 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Ancaman hukumannya mulai dari pidana penjara minimal enam tahun hingga hukuman mati.
"Untuk pengedar narkotika apalagi yang sudah residivis seperti ini ancaman hukumannya maksimal hukuman mati," tegas Lulik.
Berita Terkait
-
Industri Vape Legal Terancam: 150 Ribu Pekerja Waswas Kehilangan Mata Pencaharian
-
Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Jadwal Malaysia Masters 2026: Indonesia Tersisa Jojo dan Ubed
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Polisi Bongkar Jalur Sabu Malaysia-Makassar, Residivis Kembali Ditangkap
-
Kolaka Wajibkan ASN Bersepeda Tiap Hari Kamis
-
DPO 3 Tahun, Mantan Camat Tersangka Kekerasan Seksual Diserahkan ke Jaksa
-
Survei APJII Segini Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026
-
Pernah Gugat KFC Rp4 Miliar, Kini Om Botak Dicari Polisi Kasus Ambulans Desa